
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pihak Kepolisian Daerah Riau bersama jajaran mencurigai empat perusahaan yang beroperasi di daerah ini terlibat perkara pembakaran lahan. Indikasi tersebut masih dalam menyelidikikan.
"Namun sampai saat ini belum ada tersangka dari kalangan atau pihak perusahaan," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo kepada pers di Pekanbaru, Senin siang (17/2/2014).
Guntur tidak menyebutkan empat perusahaan yang dimaksud, hal itu dilakukan untuk kepentingan penyidikan. "Nanti kalau prosesnya sudah selesai, baru akan disampaikan ke publik," katanya.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kepolisian Daerah (Polda) Riau, luas lahan dan hutan di daerah ini yang terbakar dan mengakibatkan kabut asap sejak akhir Januari sampai pekan kedua Februari sudah mencapai 5.483,95 hektare,
Kebakaran menurut lembaga ini bukan hanya terjadi di lahan masyarakat, tapi diduga kuat juga di lahan milik perusahaan. "Luas area kebakaran juga masih akan bertambah karena belum semua laporan masuk ke BPBD," kata Kepala BPBD Riau Said Saqlul Amri.
Kebakaran lahan di Riau berdasarkan sebaran titik panas tersebar di 11 kabupaten dan kota. Namun sampai saat ini laporan luas kebakaran yang masuk ke BPBD baru dari tiga kabupaten.
Berdasarkan data BPBD Riau, luas lahan yang terbakar di Kabupaten Kepulauan Meranti mencapai 2.659 hektare, di Kabupaten Bengkalis 408 hektare, dan Kabupaten Siak seluas 376,5 hektare.
Sementara menurut data Polda Riau menyebutkan kebakaran juga terjadi pada lahan seluas 2.040,45 hektare di Kabupaten Pelalawan.
Sampai sekarang pemadaman masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah. "Sedangkan BPBD Riau terus melakukan koordinasi dengan membuka posko siaga darurat bencana kabut asap dan menyiagakan sekitar 300 personel gabungan," katanya. (fzr/ant)