BENGKALIS, GORIAU.COM - Menurut anggota Komisi II Kabupaten Bengkalis, H. abrasi kian hari kian ganas menghantam daratan Pulau Bengkalis. Jika tidak cepat ditanggapi dengan langkah-langkah yang konkrit oleh pihak terkait, Pulau Bengkalis bakal tinggal nama saja.

''100 tahun lagi, kalau abrasi tidak ditangani cepat, habislah Pulau Bengkalis ini. Tinggal nama lah lagi,'' ujarnya ketika meninjau lokasi abrasi di lahan PT Meskom, Selasa (3/2/2015).

 

Selain abrasi yang terjadi di sepanjang bibir pantai, anggota DPRD Dapil Bengkalis- Bantan ini meminta pihak PT Meskom Agro Sarimas bertanggung jawab atas terjadi longsornya di lahan sawit milik perusahaan.

 

''Dulu katanya (PT MAS) ada program penanaman pohon, mana?. Kita minta PT MAS segera, cepat, ambil langkah- langkah penanganan,'' ungkapnya sambil menyinggung lahan masyarakat yang dijanjikan PT MAS hingga kini tidak terealisasi.

 

Sementara Humas PT MAS, Huzairin menyampaikan, saat ini pihak perusahaan terus melakukan upaya- upaya penanganan abrasi.

 

''Kita akan melakukan penghijauan serta akan melakukan pemerataan tanah- tanah yang amblas,'' ungkap Huzairin.

 

Sebelumnya, rombongan Komisi II yang dipimpin Ketua Komisi II Syahrial dan bersama Wakil DPRD Bengkalis Zuhelmi, anggota Komisi II Zamzami, H. Mawardi, Sofyan, serta Komisi IV Irmi Syakip Arsalan meninjau ke tempat lokasi longsor di lahan PT Meskom Agro Sarimas.

 

Rombongan Komisi II disambut PT MAS yang diwakili Humas Huzairin. Ada sekitar 30 hektar lahan sawit milik PT MAS longsor akibat abrasi. (jfk)