PEKANBARU - Anggota Komisi C DPRD Riau Abdul Wahid menilai bangunan Pasar Terapung Tembilahan tidak layak lagi ditempati, pasca ambruk Rabu (27/4/2016) tadi pagi. Wahid meminta Dinas Pasar Indragiri Hilir berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau terkait pembangunan kembali.

"Kalau dari fisik, saya lihat sudah tidak layak. Namun itu versi saya. Saya khawatir pedagang membahayakan, karena masih ada pedagang yang berjualan disitu," kata Abdul Wahid usai melakukan peninjauan sore tadi.

Ketua Fraksi PKB DPRD Riau ini mengatakan, hasil peninjauan, diketahui Pemkab Inhil sudah melakukan penanganan dan menyiapkan tempat sementara untuk pedagang.

Wahid menyebutkan, sebetulnya pembangunan Pasar Terapung tersebut tahun 2014 lalu sudah dianggarkan oleh Pemprov Riau sebesar Rp42 miliar. Namun anggaran tak dapat digunakan, karena pembangunan tidak terlaksana. Pasalnya anggaran tersebut tidak mencukupi.

"Setelah dihitung ternyata untuk pembangunan kembali pasar ini memerlukan sedikitnya anggaran sebesar Rp170 miliar. Tadi saya sudah minta kepada Kadis Pasar bapak Firdaus untuk berkordinasi ke provinsi, agar bisa dianggarkan pada APBD mendatang," sampai Wahid.

Untuk sementara, Wahid meminta Pemkab melakukan pengosongan lokasi agar tidak mengancam warga. ***