
PEKANBARU – Anggota Komisi IV DPRD Riau, Abdul Kasim, mendukung penuh rencana pembangunan jembatan sepanjang 1,5 km yang menghubungkan Pulau Bengkalis dengan Pulau Tanjung Padang Kepulauan Meranti.
Dikatakan Anggota DPRD Riau Dapil Dumai, Kepulauan Meranti, Bengkalis ini, koneksi antar pulau di wilayah pesisir Riau memang sangat diharapkan, supaya hubungan antara kabupaten dengan provinsi bisa lebih dekat.
"Saya mendukung sepenuhnya pembangunan akses transportasi begini, sekarang kan masyarakat melintas pakai pompong dan kapal feri. Jadi agak terhambat jalur transportasinya," ujar Kasim, Jumat (15/4/2022).
Dalam beberapa kunjungan Kasim di Dapilnya tersebut, Mantan Wakil Ketua DPRD Dumai ini mengakui, banyak aspirasi dari masyarakat untuk perbaikan akses transportasi, dan pembangunan jembatan adalah solusi dari itu semua.
Sebab, katanya, Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan wilayah yang memiliki banyak potensi sumber ekonomi, misalnya minyak bumi, sagu, dan lainnya. Tentu perbaikan akses transportasi nantinya akan berdampak pada peningkatan roda ekonomi.
"Sekarang kita sudah anggarkan Rp 7,5 M untuk membuat Detail Engineering Design (DED), jembatannya diatas laut sepanjang 1,5 Km. Ini sebenarnya tak terlalu panjang jika dibanding Suramadu. Maka, kita sangat berharap agar Pemprov bisa menarik dana dari APBN," terangnya.
Kasim berharap, setelah DED pembangunan ini selesai, pembangunan bisa segera dilakukan di tahun selanjutnya.
Baca juga: Dibangun di Atas Laut, Jembatan Bengkalis - Meranti akan Jadi yang Terpanjang di Riau
Pembangunan jembatan, menurutnya, tidak hanya sebatas Kepulauan Meranti dan Pulau Bengkalis saja, tapi juga harus ke pulau-pulau lain. Intinya semua harus terkoneksi dengan baik agar aktivitas masyarakat bisa terbantu.
"Kita juga siap mengawasi pembangunan ini supaya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dan tidak asal-asalan," tutupnya.
Pemprov Riau akan membangun jembatan sepanjang 1,5 km yang menghubungkan Pulau Bengkalis dengan Pulau Tanjung Padang Kepulauan Meranti. Jembatan ini diperkirakan akan menjadi yang terpanjang di Riau.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, Arif Setyawan mengatakan, Detail Engineering Desain (DED) jembatan tersebut sudah dilelang tahun 2022 senilai Rp7,4 miliar.
"Konstruksi jembatan ini cukup panjang dan juga akan dibangun di atas laut. Diharapkan pengerjaan fisik jembatan bisa dimulai tahun 2023 apalagi jembatan yang dibangun cukup panjang, jadi harus sesegera mungkin dikerjakan jika semua prosedurnya sudah selesai," ujar Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Arif Setyawan kepada media, di Pekanbaru, Rabu (13/4/2022). ***