
TEMBILAHAN- Delapan paket peningkatan badan jalan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) terancam tidak terselesaikan, hal tersebut dikarenakan masa penggunaan anggaran tahun 2016 ini akan berakhir beberapa hari lagi, sementara pekerjaan masih berlangsung.
Melihat fenomena itu, Anggota DPRD Provinsi Riau, Abdul Wahid menganggap hal tersebut terjadi karena kurangnya perencanaan di awal.
Hal itu terbukti, dimana pelelangan baru dimulai diatas bulan 5, dimana dikatakannya pekerjaan tidak akan terselesaikan bila dimulai selambat itu.
''Hal ini tidak bisa kita salahkan kontraktornya, mereka menawar setelah pelelangan, tapi pelelangan terlambat dimulai,'' sebutnya saat coffe morning bersama awak media di Inhil, Senin (5/12/2016).
Ia menuturkan, seharusnya proses pelelangan sudah di mulai pada bulan pertama penggunaan anggaran, sehingga pekerjaan pun bisa segera dilaksanakan.
''Seharusnya, Januari itu segala prosesnya sudah dimulai, jadi Desember pekerjaan sudah terselesaikan. Jika pelelangan diatas bulan lima, akhir-akhir tahun sudah masuk masa penghujan, ya tidak akan selesai,'' lanjutnya.
Apalagi dikatakannya, untuk mendapatkan DAK dari APBN bukan hal yang mudah, yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.
Untuk diketahui, delapan paket peningkatan badan jalan dari DAK Itu adalah:
1. Peningkatan jalan ruas Sungai Teritip-Sungai Guntung /DAK-AFFIRMASI/ APBN Rp3,01 Miliar.
2. Peningkatan jalan ruas Kota Baru-Sanglar STA 00+700-03+020 /paket B Rp16,25 Miliar.
3. Peningkatan jalan Sanglar-Pulau Kijang/paket C Rp 31,84 Miliar.
4. Peningkatan jalan Sungai Piring -Teluk Pantaian/paket 3/ Rp. 37,71 Miliar.
5. Peningkatan jalan Sungai Dusun-Sungai Piring/paket 2/ Rp. 18,67 Miliar.
6. Peningkatan jalan Sungai Luar-Sungai Dusun/paket 1/ Rp. 32,36 Miliar.
7. Peningkatan jalan Teluk Pantaian-Teluk Pinang /paket4/ Rp22,11 Miliar.
8. Peningkatan jalan menuju Bandara Tempuling/ DAK -IPD/APBN/ Rp24,69 Miliar.***#INHIL