TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Tujuh kampung di Indragiri Hilir yaitu Teluk Jira, Sungai Salak, Kempas, Tembilahan Kota, Pulau Palas, Mumpa dan Kelurahan Pangkal Tujuh hampir setiap tahun mengeluhkan kerusakan jalan baik ke DPRD maupun pemerintah, sayangnya, semua keluhan itu tak melahirkan perbaikan. Namun mereka tetap sabar, dan tahun ini keluhan yang sama disampaikan kepada anggota DPRD Inhil yang melakukan reses di daerah tersebut.

''Tujuh desa itu belum banyak perubahan, kerusakan jalan tetap seperti tahun lalu. Ini masalah lama, kita minta Pemkab memberi perhatian, khususnya untuk perbaikan jalan,'' ujar anggota Komisi II DPRD Inhil, Irwandi usai melakukan reses ke tujuh desa dan kelurahan itu.

Irwandi berharap kerusakan jalan lintas provinsi dan infrastruktur perdesaan tersebut untuk segera dipikirkan pemerintah dan dicarikan solusi, jangan sampai masyarakat menunggu terlalu lama mengingat akses jalan sangat diperlukan untuk percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah.

''Hingga saat ini upaya untuk mencarikan solusi tersebut terus kita lakukan, kita selalu membahas masalah tersebut sampai ke pihak provinsi, tapi hasilnya belum maksimal,'' jelasnya.

Irwandi yang tahun depan berencana akan mencalonkan diri sebagai calon legislatif Provinsi Riau pada Pileg April mendatang, juga mengaku terus melakukan upaya tersebut dengan membahas masalah anggaran yang diajukan setiap tahunnya.

Dalam reses yang dilakukkannya selama empat hari tersebut, Irwandi juga menanggapi berbagai keluhan masyarakat lainya seperti, pendidikan keagamaan yang kurang tenaga pendidik, penerangan pemukiman warga hingga permasalahan penyediaan perlengkapan kematian. ''Yang jelas semua keluhan masyarakat yang kita terima kita nilai wajar dan sudah seharusnya mereka dapatkan. Oleh sebab itu hasil reses ini kembali akan kita bawa pada laporan reses kita yang nantinya juga akan dibahas bersama permasalahan Anggota DPRD lainya,'' ujarnya. (adv)