SELATPANJANG, GORIAU.COM - Warga Desa Beting Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau mengancam tidak akan memilih Drs H Irwan MSi pada Pilkada Desember 2015 mendatang. Pasalnya H Irwan yang sudah menjabat sebagai Bupati Kep Meranti 2010 - 2015, terkesan tidak menepati janjinya saat kampante tahun 2010. Saat itu, Irwan berjanji akan membangunkan jalan untuk warga.

Kekecewaan warga itu disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat Dusun Bekawan Desa Beting, Heri. Kata Heri kepada wartawan, Rabu (4/2/2015) Bupati Kepulauan Meranti dulu pernah masuk ke Desa Beting sewaktu hendak mencalonkan diri.

Guna menarik simpatik dari masyarakat, ditambahkan Heri, waktu itu Bupati Meranti mengaku prihatin dengan kondisi jalan poros yang menghubungkan 3 dusun sepanjang lebih kurang 4 km.

Mendengar pernyataan H Irwan yang siap membangun jalan di Desa Beting itu, kata Heri pula, seribuan jiwa masyarakat Beting menyambut baik dan siap mendukung Irwan pada Pilkada tahun 2010 lalu. Akhirnya H Irwan pun terpilih sebagai bupati Kepulauan Meranti hingga saat ini.

Tapi harapan masyarakat Beting tidak berbalas. Jangankan untuk menepati janji membangun jalan poros yang dulu dikatakannya lorong itu, untuk turun ke Desa Beting saja H Irwan tidak pernah sama sekali hingga penghujung jabatannya.

Namun setelah terpilih, H Irwan menilai jalan poros tersebut sebenarnya bukanlah jalan melainkan lorong (jalan kecil yang biasanya tidak layak untuk aktivitas masyarakat banyak, red).

''Kondisi jalan itu sangat parah pak. Kalau hujan atau air pasang akan tenggelam. Besi-besinya keluar membahayakan pengguna jalan. Kalau musim panas debunya sangat banyak. Kita memang kecewa dalam hal ini," kata Heri mengungkapkan kekecewaannya.

Heri juga menyampaikan, jika jalan itu tak kunjung diperbaiki, maka masyarakat sudah tidak mau lagi memilih Irwan untuk jadi Bupati periode berikutnya.

"Kami tidak mau lagi dibohongi," ujar Heri pula.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Desa Beting Sutarno mengaku sering menerima keluhan masyarakat tentang jalan yang tidak bagus itu. Sutarno mengaku akan terus memperjuangkan pembangunan jalan poros itu. Dia juga mengaku sudah sangat banyak menyerahkan proposal untuk pembangunan jalan poros itu. Baik saat Musrenbang tingkat kecamatan, Dinas PU Kabupaten maupun Provinsi, namun belum ada hasil dari apa yang disampaikan itu.

"Memang benar jalan itu rusak parah. Kita sudah sering mengajukan permohonan agar jalan itu diperbaiki, namun sampai saat ini belum ada," ujar Sutarno pula.

Menanggapi keluhan masyarakat ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Meranti Ardhahni kepada wartawan mengatakan akan segera mengopname lokasi jalan poros yang dimaksud. Rencananya kata Ardhahni pula, kalau memungkinkan pembangunan jalan itu dimasukkan dalam APBD-P 2015.

"Alternatif lain, bisa digunakan dana alokasi desa, diupayakanlah untuk jalan tersebut. Karena tahun ini pembangunan jalan itu tidak ada di PU, kita fokus ke jalan penghubung kecamatan," kata Ardhahni.

Sementara itu Camat Rangsang Pesisir Idris S ketika dikonfirmasi juga membenarkan kondisi rusak parah di jalan Poros itu. Ia mengatakan tahun ini (tahun 2015, red) jalan tersebut sudah dibangun, dan telah dimasukkan saat Musrenbang beberapa waktu lalu.

Kata Camat pula, untuk pembangunan jalan tersebut mereka akan menggunakan dana alokasi desa yang didalamnya telah dipos kan anggaran untuk pembangunan (pengganti dari dari PNPM).

Pantauan di jalan yang rusak parah itu, terletak di Jalan A Rahman, Jalan Perhubungan, Jalan Sembur, dan Jalan Pelabuhan.

Jalan A Rahman dan Jalan Perhubungan lebarnya hanya 1.5 meter. Jika ada pengguna jalan membawa gerobak, maka masyarakat yang lain harus terlebih dahulu turun dari jalan dan menepi (masuk ke semak) agar gerobak tersebut bisa lewat). Kondisi itu makin parah atau sulit apabila dua pengguna jalan (dari arah berlawanan) yang sama-sama membawa barang dengan gerobak.

Sedangkan untuk Jalan Sembur dan Jalan Pelabuhan juga rusak parah. Namun lebarnya sedikit lebih besar yaitu 2 meter. ***