PEKANBARU, GORIAU.COM - Lima orang kawanan pelaku perampokan sadis yang kerap beraksi di Kabupaten Kampar, akhirnya berhasil diringkus tim gabungan unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Riau dan Polres Kampar. Mereka terkenal sangat sadis dan selalu melukai korbannya dengan senjata api.


Lima orang perampok sadis yang diketahui selalu beraksi di Kabupaten Kampar ini, akhirnya dibekuk polisi. Sedangkan empat orang lainnya sampai kini masih dalam daftar buronan kepolisian, termasuk sang eksekutor (tukang tembak,red). Bahkan satu diantara mereka, merupakan oknum anggota TNI.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Rivai Sinambela, Senin (19/10/2015) siang mengatakan, lima tersangka ini dibekuk di lokasi berbeda dan hasil pengembangan, sehingga satu persatu dari mereka berhasil dibekuk. "Sudah satu pekan kita buru, tiga tersangka diamankan di Kampar dan dua lainnya di Kampar," sebut dia.


Identitas mereka, yakni HR alias Pak de, JS alias Opung, BP alias Bambang, AR alias Eri dan R alias Ramli. "Tugas mereka untuk menggambar sasaran yang mayoritas nasabah bank," ujar Rivai. Sementara otak kawanan tersebut diketahui berinisial TF yang kini jadi buronan utama polisi, termasuk oknum TNI yang turut terlibat berinisial LD, beserta dua buronan warga sipil lainnya.


"TF selaku otak kawanan ini kita ketahui adalah warga Lampung. Kita melacak keberadaannya yang kabur ke Sumatera Selatan, kita sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian di sana. Untuk senjata api katanya juga didapat dari TF ini," beber Kombes Rivai di ruang gelar perkara. "Untuk uang hasil rampokan sudah habis digunakan berfoya-foya," sambungnya.


Selain kelima tersangka, Polda Riau dan jajaran juga mengamankan barang bukti berupa mobil Avanza hitam, gelang emas, proyektil, handphone, golok dan selongsong peluru dari senjata AK-47. "Ini merupakan perampokan berencana dan akan kita kenakan pasal 365, dengan ancaman 15 tahun penjara," tutupnya.


Terkait itu, Kanit Jatanras Polda Riau, Kompol Meilki Bharata menambahkan, sesuai catatan, kawanan ini sudah berkali-kali melakukan kejahatan berencana dan dikenal sadis. "Ada tiga kejahatan perampokan yang sudah mereka lakukan di Kampar, dengan total uang rampasan ratusan juta Rupiah," urainya kepada GoRiau.com.


Korbannya, sambung Meilki, diantaranya Habib yang ditembak di paha oleh TF (DPO). Dari Habib mereka behasil merampas uang Rp195 juta. Korban lainnya bernama Arman yang ditembak dibagian paha dengan kerugian Rp80 juta. Terakhir merampok korban bernama Liswanto dan Basuki yang mengalami luka tembak di paha, dengan kerugian Rp70 juta. (had)