PEKANBARU - Pasukan Khas (Paskhas) AU dan Pasukan elite Green Baret Army dari Amerika Serikat, berhasil membebaskan delapan orang sandera, dari dalam Hotel Labersa, Siak Hulu, Kampar-Riau, Jumat (4/3/2016) malam.

Aksi pembebasan sandera tersebut berlangsung dramatis, bahkan diwarnai beberapa ledakan dari senjata pelumpuh (flashbang) dan TNT, dengan tujuan melumpuhkan pelaku penyanderaan serta menghancurkan akses masuk yang sengaja ditutup kelompok teror ini.

Untuk membebaskan mereka serta melumpuhkan pelaku teror, Indonesia dan Amerika Serikat menurunkan 30 prajurit elite-nya, 20 diantaranya dari Paskhas AU dan 10 prajurit dari Green Baret Army. Mereka ditugaskan membebaskan delapan sandera, diantaranya lima warga Indonesia dan tiga warga asing.

"Informasi yang kita peroleh ada aksi penyanderaan disalahsatu ruangan hotel. Kondisinya sangat gelap, sehingga kita menggunakan NVG (Night Vision Google)," sebut Mayor Pas Yoseph M. Purba,MAvnMgt, selaku Kasiops Latihan Vector Balance Iron 2016, Jumat malam.

Untuk meminimalisir jatuhnya korban serta mengefektifkan serangan cepat ini, 30 prajurit elite ini diperlengkapi senjata api serbu khusus dan pistol. Hasilnya, semua sandera behasil diselamatkan dan pelaku teror dapat dilumpuhkan hanya dalam waktu lima menit. "Semakin cepat semakin baik, karena setiap detik kemungkinan dapat terjadi," kata dia.

Semua aksi menegangkan tersebut merupakan simulasi pembebasan sandera dari pelaku teror yang digelar TNI AU dan Green Baret Army, dimana sudah dua minggu, kedua negara menjalin kerjasama dalam hal latihan dan simulasi-simulasi. "Materi yang kita laksanakan kali ini khusus pembebasan sandera," jawabnya.

Pantauan GoRiau.com, tampak bangunan tempat sandera disekap sudah hancur. Bangunan ini sengaja dibuat khusus untuk simulasi tersebut. Tercium bau menyengat dari mesiu bekas ledakan TNT yang difungsikan untuk menghancurkan pintu. "Kita bertukar skill dan kemampuan, dan ini sangat bermanfaat," singkatnya usai simulasi. ***