
PEKANBARU - Jumlah titik panas atau hotspot di daerah Sumatera belum menunjukkan adanya penurunan. Pantauan citra satelit dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Selasa (5/4/2016) pagi, terdapat 47 sebaran titik panas.
47 titik panas ini menyebar di lima provinsi, antara lain Aceh sebanyak tujuh titik panas, di Bengkulu ada delapan titik panas, Sumbar dan Sumut masing-masing satu titik panas dan di Riau 34 titik panas. Salahsatu faktor munculnya titik panas itu disebabkan masih adanya aksi pembakaran lahan dan hutan.
"34 titik panas di Riau ini tersebar di Dumai, Rohil, Kuansing dan Inhil dengan masing-masing satu hotspot, Siak dua hotspot, Pelalawan tiga hotspot, Meranti lima hotspot dan terbanyak di Bengkalis dengan 25 hotspot," kata Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin.
Lalu untuk pantauan titik panas yang berada di atas 70 persen (confidence), terhitung ada 24 spot, terdapat di Bengkalis 17 spot, Pelalawan sebanyak tiga spot, dan Kuansing serta Siak masing-masing satu spot," sambungnya.
Untuk pagi ini, kata Sugarin, kabut asap yang sebelumnya menyelimuti Dumai sudah tidak terpantau lagi. Pantauan pagi ini, jarak pandang di sana sejauh tiga kilometer, dengan status udara kabur, sama halnya di Pelalawan.
"Pada umumnya cuaca di wilayah Riau cerah hingga berawan. Potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai dengan petir dan angin kencang terjadi di wilayah Riau bagian barat, tengah, timur, dan selatan pada siang atau sore dan malam hari," pungkasnya.
Terkait ini, Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru, Marsekal Pertama (Marsma) Henri Alfiandri menegaskan kalau upaya pemadaman via udara dengan bom air masih dilakukan, dengan fokus kawasan cagar alam Biosfer Giam Siak Kecil, dan kawasan Siak, di Sungai Apit.***