PEKANBARU - 40 orang remaja terpaksa digiring ke Mapolresta Pekanbaru Provinsi Riau, Rabu (27/12/2017) sore. Mereka ini diduga terlibat aksi Balap Liar (Bali) di kawasan Stadion Utama Jalan Nagasakti, Panam.

Mereka semua dibawa ke Mapolresta Pekanbaru, termasuk dengan sepeda motornya. Yang terjaring kali ini didominasi kalangan remaja. Kepolisian menyebutkan, selain 40 orang itu, turut diangkut 13 unit sepeda motor.

Sepeda motor tersebut yang ditenggarai dipakai buat trek-trekkan. Tentunya itu sangat membahayakan para pengguna jalan yang melintas, termasuk mereka yang terlibat balap liar ini. Bukan rahasia lagi jika lokasi Stadion Utama kerap dijadikan ajang balapan.

Mereka terjaring Operasi premanisme yang digelar Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru tersebut kemudian didata. Operasi premanisme tersebut digelar aparat berwajib untuk menciptakan rasa aman dan kondusif di tengah-tengah masyarakat.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Iptu Polius Hendriawan menuturkan, 40 orang remaja yang terjaring balap liar ini kemudian diberi pengarahan, serta disuruh membuat surat pernyataan, bahwa tidak akan mengulangi perbuatannya di waktu mendatang.

"Selain itu kendaraan mereka diminta untuk segera dilengkapi surat-suratnya," pungkas Polius.

Untuk diketahui, kawasan Stadion Utama ini kerap dipakai sebagai lokasi balap liar oleh sebagian remaja. Tidak hanya sore hari, mereka juga kadang-kadang balapan saat malam, yang tentunya beresiko menimbulkan kecelakaan.

Tidak hanya balap liar saja, disepanjang jalan yang menjadi akses ke stadion juga diduga digunakan sebagai tempat mesum pasangan yang tengah dimabuk asmara, terutama saat malam menjelang. ***