SELATPANJANG, GORIAU.COM - Merangkai pulau membangun negeri merupakan visi Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, dalam melaksanakan pembangunan di kabupaten terbungsu di Riau ini. Konsep tersebut dianggap sangat relevan, mengingat kondisi geografis wilayah yang berpulau dan dipisahkan oleh lautan dan sungai.
Pembangunan jembatan dipandang sangat penting untuk merangkai pulau-pulau besar yang ada di Kepulauan Meranti, termasuk jembatan penghubung ke daratan Pulau Sumatera. Dengan potensi sumber daya alam yang belum terolah secara optimal, iklim investasi yang terus menggeliat, menjadi daya tarik bagi pihak investor untuk menjadikan kawasan niaga Meranti sebagai salah satu daerah tujuan investasi di Riau.
"Yang terpenting dari pembangunan jembatan ini adalah mengatasi masalah keterisoliran sebagian besar wilayah Kepulauan Meranti. Kondisi ini tentunya mengakibatkan mandulnya perekonomian masyarakat sehingga menyebabkan tingginya angka kemiskinan," kata Bupati Kepulauan Meranti, Irwan, beberapa waktu lalu.
Setidaknya, Pemkab Meranti telah merancang pembangunan 4 jembatan besar penghubung antar pulau. Yakni, Jembatan Selat Rengit (JSR), yang menghubungkan Pulau Tebingtinggi dan Pulau Merbau, saat ini sedang dalam proses pengerjaan. Kemudian, Jembatan Suir, penghubung Pulau Tebingtinggi dengan Tebingtinggi Timur. Jembatan Ketapang, menghubungkan Pulau Merbau dengan Pulau Padang dan Jembatan Air Mabuk, yang menghubungkan Pulau Tebingtinggi dengan daratan Sumatera di Buton, Kabupaten Siak.
"Meski pembangunan rencan jembatan-jembatan ini mendapat berbagai kritikan, namun Pemkab tetap meneruskan rencana ini. Karena saya yakin pembangunan jembatan antar pulau sangat penting di Kepulauan Meranti," ujarnya.
Irwan mencontohkan, rencana pembangunan Jembata Air Mabuk. Proyek yang diperkirakan akan menelan dana triliunan rupiah ini, diharapkan mampu memperpendek jarak antara daratan Sumatera dengan kawasan niaga Meranti-Selat Malaka.
"Ini memang menjadi progress pembangunan Meranti masa depan. Pembangunan jembatan Pulau Tebing Tinggi-daratan Sumatera, Air Mabuk - Putong Siak ini merupakan impian terbesar masyarakat Meranti. Kalau ini terealisasi, kawasan niaga Meranti akan mampu mengoptimalkan potensi Selat Malaka," ungkapnya.
Untuk mewujudkan kawasan niaga Meranti, mau tidak mau program merangkai pulau harus segera direalisasikan. Kondisi ini tentunya harus ditopang dengan kesiapan infrastruktur yang menunjang. Sementara Meranti merupakan daerah kepulauan. Untuk itu, mau tidak mau pulau-pulau tersebut harus dirangkai supaya tersambung dengan kawasan daratan Sumatera. Dengan demikian, akselerasi transportasi akan semakin cepat ke kota Selatpanjang yang menjadi pusat Bandar niaganya.
"Kita ingin jadikan Meranti sebagai pusat investasi dan ekonomi di Riau. Dengan hadirnya jembatan Air Mabuk- Putong, Meranti akan menjadi pusat transit antara daratan Sumatera-kawasan niaga Asean (Malaysia, Singapura, Brunai dan Thailand). Soal dana pembangunannya, kita akan upayakan sharing dengan APBD Propinsi dan APBN," beber orang nomor satu Kepulauan Meranti itu.
Berikut spesifikasi 4 Jembatan Besar itu;
Berdasarkan data dari Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepulauan Meranti, Pemkab sedang menggesa pembangunan dan perencanaan 4 buah jembatan besar penghubung antar pulau di Kepulauan Meranti maupun Sumatera.
1. Jembatan Selat Rengit (JSR)Jembatan penghubung Desa Mekong Kecamatan Tebingtinggi Barat, dengan Desa Semukut Kecamatan Pulau Merbau ini, sedang digesa pembangunannya. Ditargetkan awal tahun 2015, sudah selesai dikerjakan.
Data Teknis JSR, Oprit 2 Sisi x 70 M. Jembatan Slab on Pile 2 sisi x 100 M. Jembatan Pendekat (approach bridge) 2 sisi x 480 M. Jembatan Utama (main bridge) 250 M. Total panjang Jembatan dan Jalan 2950 M. Biaya Rp 460 Miliyar.
2. Jembatan Sungai SuirAkan menghubungkan Desa Lukun, di Tebingtinggi Timur dengan Desa Banglas Kecamatan Tebingtinggi. Dengan adanya jembatan ini, maka akan menyambungkan Kota Selatpanjang dengan desa-desa yang berada di Kecamatan Tebingtinggi Timur, termasuk Desa Sungaitohor. Saat ini proses Detail Eginering Design (DED) jembatan yang melintas di Sungai Suir ini sudah dilakukan.
Data Teknis Jembatan Sungai Suir, Oprit sepanjang 2 sisi x 333 Meter. Jembatan Pendekat (approach bridge) 2 sisi x 342 Meter. Jembatan Utama (main bridge) sepanjang 200 Meter. Total panjang 1150 M. Biaya Rp 340 Miliyar
3. Jembatan Pelantai - Teluk KetapangJembatan ini nantinya akan menghubungkan Desa Pelantai Kecamatan Merbau di Pulau Padang dengan Desa Teluk Ketapang Kecamatan Pulau Merbau, di Pulau Merbau.
Data Teknis Jembatan Pelantai-Teluk Ketapang, Tipe: Cable Stayed, Harp Design. Total Panjang 2440 Meter. Tinggi Bebas Jembatan 50 Meter. Lebar Jembatan 25,8 M (4 jalur, 2 arah)Biaya Rp 3.051.631.416.000,-
4. Jembatan Riau RayaJembatan yang direncanakan Pemkab Meranti ini disebut-sebut akan menyamai jembatan Suramadu di Pulau Jawa. Jembatan ini akan menghubungkan Riau Daratan dengan Kepulauan Meranti yang selama ini memang terpisah dari kabupaten dan kota lain di Provinsi Riau.
Jembatan Riau Raya ini rencananya akan dibangun di Air Mabuk, Desa Mengkikip Kecamatan Tebingtinggi Barat dan terhubung ke daratan Sumatera, di daerah Putong, Kabupaten Siak Sri Indrapura.
Data Teknis Jembatan Riau Raya, Panjang jembatan utama 960 Meter. Panjang jembatan gantung 600 Meter. Bentang samping 2 x 180 Meter. Tinggi bebas (free board) Jembatan 50 Meter. Lebar jembatan 25,8 Meter (4 jalur 2 arah) @ lajur 7,5 Meter. Total panjang 3560 Meter. Biaya Rp 4.521.856.082.000,-
Kepala Bappeda Kabupaten Kepulauan Meranti, Aza Fahcroni, mengatakan, untuk pembangunan jembatan tersebut, direncanakan akan dilaksanakan melalui proyek multiyears. Untuk menggesa percepatan pembangunan jembatan tersebut, Pemkab Meranti berupaya melakukan program sharing dana dengan Pemerintah Propinsi Riau dan APBN.
"Selain JSR, baru Jembatan Sungai Suir yang sudah punya DED-nya. Kalau JSR saat ini sudah berjalan. Kita menyiapkan saja rencana nya dulu. Terkait siapa yang akan membantu provinsi atau APBN, kta lihat saja nanti," jelas Aza.
***