PEKANBARU – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau mencatat sebanyak 304 kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sepanjang tahun 2025. Kasus tersebut tersebar di delapan kabupaten/kota di wilayah Riau.

Kepala Dinas PKH Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 143 kasus.

“Selama tahun 2025 terdapat 304 kasus PMK di Riau. Dari jumlah tersebut, satu ekor ternak dilaporkan mati, dan itu terjadi di Kota Dumai,” ujar Mimi, Senin (12/1/2026).

Setelah Indragiri Hulu, kasus PMK terbanyak ditemukan di Kabupaten Siak dengan 65 kasus. Selanjutnya Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hulu masing-masing mencatat 25 kasus, disusul Indragiri Hilir sebanyak 19 kasus.

Sementara itu, Kabupaten Kampar melaporkan 9 kasus, Pelalawan 6 kasus, Kuantan Singingi dan Bengkalis masing-masing 5 kasus, serta Rokan Hilir 1 kasus.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas PKH Riau telah melakukan vaksinasi PMK terhadap sekitar 40.000 ekor ternak selama tahun 2025. Vaksinasi tersebut dilaksanakan di 12 kabupaten/kota, termasuk di unit pelaksana teknis (UPT) milik Dinas PKH Provinsi Riau.

“Vaksinasi dilakukan di seluruh daerah, termasuk wilayah yang tidak ditemukan kasus PMK, sebagai langkah antisipasi,” kata Mimi.

Selain itu, Dinas PKH Riau juga mengimbau para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim hujan dan banjir. Kondisi cuaca ekstrem dinilai berpotensi mempercepat penyebaran berbagai penyakit ternak.

“Selain PMK, penyakit lain seperti Septicaemia Epizootica (sapi ngorok) dan Jembrana juga berisiko meningkat. Peternak diminta menjaga kebersihan kandang dan segera melaporkan jika ada ternak yang menunjukkan gejala sakit,” ujarnya. ***