PEKANBARU - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kanwil Riau-Sumbar mengakui bahwa Riau, marak jadi akses masuk barang tanpa cukai maupun cukai palsu. Menurut catatan tahun 2015, Kota Dumai, Kabupaten Inhil dan Batam, jadi kawasan paling rawan.

Kepala DJBC Kanwil Riau-Sumbar, Robi Toni, Rabu (30/12/2015) menjelaskan, masuknya rokok tanpa cukai atau cukai palsu serta minuman keras ilegal mayoritas dari kawasan perairan, seperti pelabuhan tikus dan pelabuhan non-resmi. "Karena memang geografis kita dominan perairan dengan banyaknya kawasan pantai," ulas dia.

Menurut catatan DJBC Riau-Sumbar, ada tiga daerah yang paling berpotensi sebagai daerah lawan penyelundupan, diantaranya Kabupaten Inhil, Kota Dumai dan Kota Batam. "Wilayah ini juga berbatasan langsung dengan beberapa provinsi tetangga bahkan negara tetangga. Tiga tempat ini yang analisis kita paling menonjol selama 2015," imbuhnya.

Kebanyakan barang ini sebagian adalah barang impor, sisanya adapula yang berasal dari Jawa, khususnya rokok tanpa cukai. "Batam itu wilayah bebas, jadi rokok tanpa cukai yang dikirim dari Jawa ke Batam, sebagian juga masuk ke Riau. Itu jadi salahsatu faktornya," sebut Toni menjawab Goriau.com.

Masih terkait ini, Kabid Penindakan dan Penyidikan DJBC Riau-Sumbar, Abdul Karim menjelaskan, para pelaku penyelundupan selama ini punya berbagai modus. Paling dominan adalah pengiriman barang dengan sistem terputus. "Dengan menggunakan jasa kurir pengantar," bebernya.

Dia menguraikan, sistem terputus disini maksdunya adalah bos (penyelundup,red) acap menggunakan jasa kurir dan memesan jasa angkutan. "Biasanya by phone, mereka bayar upah jasa angkutan setengah di awal dan sisanya dibayar di akhir saat barang sampai ditempat tujuan," ujar Abdul Karim.

Sebab itulah pihaknya sering kesulitan dalam menelusuri jejak hingga kesipemilik barang. Buktinya, dari 88 ungkap kasus selama 2015, DJBC kerap membongkar penyelundupan di jalan, bukan di daerah bongkar muat. "Untuk ungkap kasus di gudang, kita bisa langsung melakukan penyidikan, itu lebih mudah," tuturnya. ***