PEKANBARU - Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Lodewyk Pusung, Kamis (24/3/2016) sore mengatakan, akan mengirimkan tiga helikopter dan lima Drone canggih ke Provinsi Riau untuk memantau Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut).

Tiga helikopter tersebut rencananya akan ditempatkan di Japura, Dumai dan Pekanbaru sebagai pusat komando. Heli ini difungsikan untuk patroli udara, pengangkut pasukan pemadaman khusus bagi lokasi yang tidak bisa ditempuh via darat.

"Jika situasi semakin parah, helikopter ini bisa kita gunakan untuk mengangkut pasukan dan sekaligus bom air. Tapi jangan sampai ini terjadi, makanya kita bahas pencegahan bukan pemadaman," ungkap Mayjen Lodewyk Pusung di posko siaga darurat Karlahut, Lanud Roesmin Nurjadin.

Sedangkan untuk Drone akan disediakan lima unit. Penempatannya adalah Dumai, Siak, Pekanbaru, Indragiri Hilir dan Pelalawan. "Drone kita rancang mampu cover sampai 170 Kilometer. Bisa cover semua wilayah untuk menginformasikan posko terdekat," tegasnya.

Pangdam meyakinkan seluruh jajarannya agar dapat mencegah supaya Karlahut tidak terjadi. Maka itu, ia menegaskan harus dikuatkan upaya pencegahan. "Kalau kata BMKG ada titik panas, tambah anggota di sana, sikat dan cegah langsung, nggak boleh terjadi kebakaran," ungkapnya.

Brigjen Lodewyk Pusung datang jauh-jauh dari Batam ke Lanud Roesmin Nurjadin untuk rapat dengan jajaran TNI-AU dan kepolisian serta BPBD, sekaligus mendengar konsep pemaparan para Komandan Kodim (Dandim) selaku Sub-Satgas di wilayah masing-masing. ***