
KAMPAR, GORIAU.COM - Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para petani Kabupaten Kampar sehingga akan dapat mengelola secara maksimal potensi pertanian, Pemerintah Kabupaten Kampar menyelenggarakan pelatihanpetani dan pelaku agribisnis angkatan I dan II tahun 2013 bertempat di Pusat Pelatiahn Pertanian Pedesaan Swakarya (P4S) Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Dirjen Bangda Kemendagri Muh Marwan, Ahad (5/5/2013) di Kubang Jaya, Siakhulu Kampar, yang juga disaksikan Wagubri HR Mambang Mit serta Bupati Kampar Jefri Noer dan dihadiri unsur Forkopinda Kampar, tokoh masyarakat dan ninik mamak Kampar, serta ratusan petani di Kampar.240 orang 120 angkatan I dan 120 lagi angkatan II.
Bupati Kampar Jefri Noer mengatakan,Kampar akan membangun lima tiang pembangunan, yakni pembangunan akhlak moral, ekonomi rakyat, peningkatan sdm dan kesehatan serta infrastruktur dengan target terwujudnya zero kemiskinan pengangguran dan rumah kumuh di Kampar pada tahun 2014 akhir.
''Caranya, kita maping data setiap pedesaan di Kabupaten Kampar, berapa kemiskinan dan apa pekerjaan mereka, lalu di buat pelatihan dimana satu tahun sebanyak 120 peserta angkatan I dan angkatan II juga 120 yang akan dilatih selama 2 minggu,'' terang Jefri Noer.
Setelah selesai, lanjut Jefri Noer, mereka pulang ke desa, mereka yang dilatih jadi ketua kelompok dengan 10 anggota yang diberikan pinjaman dan bergulir Rp100 juta perorang untuk peternakan,dan bidang perikanan Rp50 juta dan petani cabe Rp30 juta rupiah dengan dananya berasal Rp160 miliar APBD Kampar dan Rp125 miliar dari Kemenkop UKM RI.
Sedangkan Wagubri HR Mambang Mit dalam pengarahannya pada pembukaan pelatihan tersebut mengatakan, Indonesia negara agraris atau pertanian, tapi anehnya beberapa komoditi pertanian untuk kebutuhan masyarakat kurang, sebaliknya negara-negara maju Jepang mampu mengekspor hasil pertanian.
Ditambahkannya, sebagai contoh di Riau beras 50 persen masih didatangkan dari luar Riau, dan kekurangan 40 persen untuk kebutuhan dagang. ''Ini suatu tantangan bagi kita, jadi apa yang dipikirkan dan diimplementasikan Bupati Kampar saat ini sangat tepat, untuk menzerokan kemisikinan di desa-desa pertanian dalam arti luas harus dibangkit dan ditumbuhkembangkan karena di desa-desa lah yang produktif, tidak ada pertanian, peternakan dan perikanan di kota tapi di desalah yang produktif , dikota konsumtif sehingga harus ada keseimbangan antara kota dan desa, apalagi infratsruktur di kota sudah cukup memadai tapi di desa belum maka harus ditingkatkan infrastruktur di desa-desa," terang HR Mambang Mit.
Kedepan menurutnya supaya produktivitas usaha petani dan peternak bisa dikembangkan juga perlu infrastruktur yang baik, bagaimana akan memasarkanya kalau tak ada jalan maka infrastruktur di Riau harus terkonekasi antar desa-desa dan daerah-daerah di wilayah Provinsi Riau.
Sementara itu Dirjen Bangda Kemendagri Muh Marwan dalam sambutannya menyebutkan pemerintah menyambut positif program yang dilaksanakan Pemkab Kampar untuk menzerokan kemiskinan di wilayah Kampar, dan Kementan RI juga melakukan pelatihan sama di lingkungan pegawai PNS nya , karena pelatihan P4S adalah kegiatan praktis dan bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi masyarakata petani.
"Kami Kementan RI akan memantau dan mengontrol program Pak Bupati Kampar ini, bahkan kami juga melakukan pengkajian untuk keberhasilan program agar bisa ditularkan ke daerah lainnya," tutur Muh Marwan mengakhiri pidato singkatnya. (rls hms riau)