PEKANBARU - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau menggelar razia besar-besaran selama dua malam berturut-turut. Kali ini sasarannya sejumlah tempat hiburan malam yang terdapat di Kota Duri dan Dumai.

Data yang dirangkum dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau, sedikitnya ada 20 tempat hiburan malam jadi target operasi ini, mulai dari diskotek, tempat karaoke hingga kafe-kafe yang disinyalir dijadikan tempat mengkonsumsi narkoba.

"Kita estafet, mulai dari Kota Duri pada Kamis dini hari kemarin hingga razia di Dumai pada Jumat dini hari tadi," ungkap Kepala Bidang Penindakan dan Pemberantasan, BNN Provinsi Riau, AKBP Haldun kepada GoRiau.com (GoNews Group), Jumat (14/10/2016) sore.

Di Duri, tim dari BNN Riau bergerak di sembilan tempat hiburan malam. Hasilnya, tujuh orang pengunjung kedapatan positif mengkonsumsi narkoba, setelah menjalani tes urine. "Tiga laki-laki dan empat wanita. Sudah diserahkan ke RSUD Duri untuk rehabilitasi," katanya.

Berlanjut di malam berikutnya (Jumat dini hari tadi), BNN Riau melanjutkan operasi ke Kota Dumai. Di sini ada sekitar 11 tempat hiburan malam yang dirazia, mulai dari yang kecil hingga tempat hiburan ternama, salah satunya Crystal Sky.

"Banyak yang tutup saat kita tiba. Ada 11 tempat kita razia, termasuk yang kecil-kecil. Itu paling banyak terjaring di Crystal Sky," beber Haldun melalui ponselnya. "Total keseluruhan ada sembilan orang yang terjaring di sini (Dumai, red)," ungkap dia.

Sembilan orang ini, enam diantaranya adalah wanita, dan sisanya pengunjung pria. "Mereka semua kita serahkan ke BNK (Kabupaten, red) untuk menjalani assesment, dan selanjutnya direhabilitasi di rumah sakit Kota Dumai," singkat AKBP Haldun.

Adapun razia besar-besarn itu dilakukan BNN Riau bertujuan meminimalisir peredaran narkoba, khususnya di tempat hiburan malam. Haldun meyakinkan, operasi serupa bakal digelar di tempat lain, dalam waktu yang tidak ditentukan.

"Untuk temuan narkoba tidak ada. Sebetulnya ada target kita di sini, hanya saja saat pengepungan rumah yang bersangkutan berhasil lolos, dan kita cuma dapati alat isap sabu (bong, red). Lalu kita lanjutkan dengan razia," pungkasnya. ***