
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Itik berenang dalam air mati kehausan, paling tidak begitulah yang dirasakan oleh puluhan anggota Ikatan Keluarga Mahasiswa Pelalawan (IKMP) Riau, yang menilai kehadiran perusahaan raksasa di daerahnya, ternyata tidak mampu memberikan kontribusi dan mengurangi angka semakin tingginya angka pengangguran. Dari ribuan tenaga kerja, hanya sebagian yang merupakan orang daerah setempat.
Karena tidak bisa menjadi tuan di negeri sendiri, akhirnya puluhan anggota IKMP ini menggelar aksi di Pintu Pos II RAPP, Rabu (27/3/2013). Mereka menilai, sudah 20 tahun beroperasi di Pelalawan Riau, perusahaan kertas terbesar di Asia, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) itu belum memberi kontribusi khususnya untuk perekrutan tenaga kerja lokal.
''Sampai hari ini PT RAPP yang berbasis di Pangkalan Kerinci belum dapat memberikan kontribusi untuk perekrutan tenaga kerja lokal. Kami minta sistem rekrutmen tenaga kerja lokal di PT RAPP diperjelas,'' terang Koordinator Lapangan aksi IKMP, Abdul Wadut saat menyampaikan orasi dengan penuh semangat.
Menurutnya, selama ini PT RAPP sudah beroperasi sekitar 20 Tahun di Kabupaten Pelalawan, namun tidak mampu mensejahterakan masyarakat. Selain itu, perusahaan ini juga tidak mampu mengurangi angka pengangguran di Pelalawan karena tidak transparannya penerimaan karyawan sehingga menelantarkan putra daerah. ''Realisasi rekrutmen tenaga kerja lokal jauh dari harapan,'' tegasnya.
Selain mempertanyakan soal perekrutan tenaga kerja lokal, IKMP juga mempertanyakan soal limbah dan sertifikat ecolabelling diperoleh RAPP. ''Kita minta perusahaan transparan dalam pengelolaan limbah pabrik," terang Abdul Wadut.
Menurut Abdul Wadut, selama ini disinyalir PT RAPP telah membuang limbahnya ke sungai. IKMP juga mempertanyakan sertifikat Ekolabel dari The Pulp and Paper Internasional Certification Service (PAPICS). "Kita ragukan sertifikat yang diraih RAPP, pasalnya masih banyak ditemukan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan. Hal ini bisa dibuktikan karena dampaknya saat ini dirasakan langsung oleh masyarakat di pinggiran perusahaan," katanya.
Dalam aksi demo tersebut, personel kepolisian dari Polres Pelalawan tampak bersiaga untuk mengamankan aksi dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, Corporate Communications Manager PT RAPP, Pamungkas Trishadiatmoko menanggapi aksi demo yang dilakukan oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Pelalawan Indonesia dalam rilis yang disebar via email mengatakan bahwa sampai saat ini PT RAPP telah beroperasi di Pelalawan sejak tahun 1993 dan telah mempekerjakan lebih dari 4.000 karyawan baik lokal ataupun non lokal.
"Sedangkan dalam pengelolaannya, perusahaan telah menerapkan OHSAS 18001, ISO 14001, ISO 9001:2008, sehingga senantiasa mengikuti aturan yang berlaku, termasuk dalam hal penanganan limbah," tutupnya. (ilm)