PEKANBARU - Ruas Tol Pekanbaru - Dumai Seksi I akan segera difungsikan. Dan dalam waktu dekat Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dijadwalkan melakukan uji kelayakan. Rencananya, uji kelayakan akan dilakukan 20 Desember mendatang.

"Minggu depan sesuai prosedur Bina Marga harus sertifikasi layak fungsi. Biasanya butuh waktu dua hingga tiga hari untuk pengecekan. Mudah-mudahan tidak banyak catatan nanti," kata Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan kepada Antara di Pekanbaru, Rabu.

Dia menjelaskan pemeriksaan kelayakan akan melibatkan para ahli. Sesuai jadwal, pemeriksaan itu akan dilangsungkan pada 20 Desember 2019.

Beberapa item yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan itu d iantaranya adalah kesiapan operasional, keberadaan mobil derek, lampu penerangan, mobil patroli, mobil ambulans, petugas pembayaran hingga penyeberangan orang.

Fauzan optimistis jalur tol seksi I Pekanbaru-Dumai telah memenuhi seluruh unsur yang dibutuhkan tersebut. Seluruh sarana dan prasarana saat ini telah disiapkan menjelang pemeriksaan pekan depan.

Meski begitu, ia mengatakan bahwa kewenangan memutuskan apakah tol tersebut layak atau tidak berada di tangan Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono. "Decision making dari Pak Menteri. Namun biasanya karena ini kebutuhan masyarakat jadi tidak lama (proses pemeriksaan dan hasil)," tuturnya.

Dia juga mengaku siap untuk melakukan perbaikan jika memang muncul catatan minor dari para ahli yang memeriksa kelayakan tol pertama di Bumi Melayu tersebut.

Secara umum, Fauzan mengatakan jseksi II, III, dan IV masih dalam tahap penyelesaian pembebasan lahan keseluruhan. Sedangkan seksi V dan VI pembebasan lahan telah selesai sehingga dapat dikebut untuk pembangunan konstruksinya.

Dengan selesainya seksi I dan progres pembebasan lahan yang cepat serta dukungan yang baik dari pemerintah daerah serta masyarakat, dia pun mengaku optimis jika pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer bisa selesai Maret 2020.

"Panjang keseluruhan ruas Tol Pekanbaru-Dumai 131 km yang terbagi menjadi 6 seksi. Kami sepanjang penugasan ini lima provinsi, Riau termasuk luar biasa kerjasama masyarakat, dukungan Pemda termasuk kecepatan pembebasan lahan," urainya. ***