SELATPANJANG - Jadwal pemadaman listrik Selatpanjang bertambah yang semula 6:1 menjadi 3:1. Hal ini disebabkan 2 unit mesin milik, Pemda Meranti dan mesin sewa di PLN Gogok, tidak bisa dioperasikan.

Informasi itu sebagaimana disampaikan Kepala PLN Rayon Selatpanjang, Asmardi, ketika ditemui GoRiau, Rabu (18/11/2015) malam.

Kata Asmardi, pemadaman listrik Selatpanjang semula 6:1 (enam hari hidup satu kali mati), terpaksa berubah menjadi 3:1 (tiga hari hidup 1 kali mati). Hal itu, kata Asmardi lagi, disebabkan adanya masalah pada 2 unit mesin.

Adapun dua unit mesin itu adalah, milik Pemda Meranti berdaya 500KW yang semula dimanfaatkan untuk menutupi kekurangan daya akibat panel kubikel terbakar beberapa waktu lalu, mengalami gangguan. Selain itu, satu unit mesin sewa PLN di Gogok berdaya 1MW juga tidak bisa beroperasi.

"Makanya pemadaman yang semula 6:1 menjadi 3:1," kata Asmardi.

Akibat dari tidak bisanya dua mesin ini dioperasionalkan, defisit daya mencapai 2,5MW. "Beban mampu kita hanya sekitar 7,7 MW. Sementara di hari-hari tertentu beban puncak lebih dari 10MW," tambah Asmardi.

Kemudian, Asmardi juga mengimbau kepada masyarakat yang tidak terkena pemadaman hendaklah berhemat daya. Lampu yang dianggap tidak perlu dihidupkan agar bisa dimatikan saja. "1 pelanggan mematikan dua lampu saja, itu sudah sangat membantu dalam kekurangan daya," kata Asmardi pula.

"Guna memperbaiki kondisi kelistrikan di Selatpanjang, besok (Kamis, red) ada teman kita dari PLN wilayah Dumai ke Selatpanjang. Nantinya mereka akan berangkat ke Tanjungpinang untuk melihat panel kubikel. Mudah-mudahan panel itu bisa langsung dibawa ke Selatpanjang," tambahnya pula.

Sekedar informasi, beberapa waktu lalu, panel kubikel di PLN Rayon Selatpanjang mengalami kebakaran. Dampaknya, ada mesin yang sampai saat ini belum bisa dioperasikan. Hal itu pula yang membuat Selatpanjang kekurangan daya (defisit) yang kemudian mengharuskan PLN mengmabil kebijakan pemadaman bergilir. ***