JAKARTA - Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk SEA Games XXX Philipina 2019, Harry Warga Negara mengharapkan seluruh induk organisasi cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada SEA Games Philipina 2019 dapat menyerahkan final daftar nama-nama atlet dan offisial yang diusulkan untuk memperkuat Kontingen Indonesia maksimal minggu ketiga September 2019. Hal ini terkait dengan masalah final anggaran yang akan diajukan kepada pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan juga persiapan lainnya.

"Penyerahan final nama atlet dan event nya (short list) kita butuhkan sudah diterima Selasa, 17 September 2019 ini. Jadi, kita bisa segera menyusun anggaran biaya Kontingen Indonesia pada SEA Games Philipina 2019," kata Harry Warga Negara di Jakarta, Senin, 16 September 2019.

Permintaan CdM ini memang lebih cepat dari batas waktu entry form by name yang ditetapkan Philipine SEA Games Olympic Committee (Phigoc) yakni 30 September 2019. Selain mempercepat penyusunan anggaran biaya Kontingen Indonesia, kata Harry Warga Negara, tujuan untuk memberikan waktu bilamana ada perbaikan yang akan dilakukan cabor terkait nama-nama atlet ataupun offisial yang akan bergabung dalam Kontingen Merah Putih.

"Hari Jumat, 20 September 2019, KOI dengan cabor akan melakukan rapat finalisasi entry by name para atlet dan offisial. Di situ diputuskan semuanya," jelasnya.

Mengingat lokasi pertandingan berada di empat cluster dengan jarak tempuh minimal 3-5 jam dari satu lokasi ke lokasi lain, kata Harry Warga Negara, pihaknya berencana membentuk sub head quarter CdM yg dipimpin manager cluster yang akan mengatur seluruh keperluan supporting atlet dari mulai transportasi, makanan, tenaga medis maupun masseur dlan lain-lain. 

"Kalau di Cluster Clark, penempatan sub HQ CdM akan berada di perkampungan atlet (athlete village), tetapi di Subic dan Manila City yang tidak memiliki perkampungan atlet akan ditempatkan di hotel-hotel terdekat tempat penginapan atlet Indonesia. Yang pasti, kita ingin memperlancar semua keperluan atlet selama mengikuti pertandingan," ujar Chairman Komisi Sport Development (Pengembangan Olahraga) KOI ini. ***