PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Sedikitnya 17 organisasi agama dan kemasyarakat sepakat menolak keberadaan penyakit masyarakat yang ada di Kabupaten Pelalawan. Bahkan belasan organisasi ini juga merekomendasikan pemberantasan maksiat tanpa pandang bulu.
Penolakan terhadap pekat yang marak di daerah ini terungkap dalam pertemuan lintas organisasi agama dan kemasyarakatan yang digelar di Kantor Majlis Kemajuan Pelalawan (MKP) Jalan Lintas Timur Pangkalan Kerinci Rabu (30/1/2013).
"17 organisasi agama dan kemasyarakatan mendesak pihak terkait memberantas maksiat," terang Ketua Majlis Dakwah Islamiyah (MDI) Kabupaten Pelalawan, DR H Edi Iskandar,M.Pd, pada sejumlah media di Pangkalan Kerinci, Rabu (30/1/2013).
Edi mengatakan bahwa diantara organisai yang hadir ketua MKP, IKADI, ICMI, MUI, NU, Muhamadiyah, KP MDI, IMRA dan organisasi lainnya. Soalnya, pemberantasan maksiat ini merupakan salah satu rekomendasi pertemuan organisasi yang dipimpin Ir. Edi Sabli, M selaku ketua rapat dan Ketua Majlis Kerapatan Adat (MKA) Pelalawan.
"Sebagai langkah awal dari perjuangan mendesak pekat diberantas dari Bumi Melayu Pelalawan ini, seluruh ketua organisasi sepakat dalam waktu dekat mengadakan audiens dengan pihak terkait," ujar Edi sambil menyebutkan dalam hal ini audiensi akan dilakukan bersama Pemda, DPRD dan Polres.
Dikatakannya, diantara maksiat yang menjadi kerisauan pimpinan organisasi ini antara lain, masih maraknya praktek prostitusi baik terselubung maupun terang-terangan, perjudian, minuman beralkohol, kenakalan remaja dan lainnya. (ilm)