SELATPANJANG - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (DisperindagkopUKM) Kepulauan Meranti mengundang rapat seluruh pemilik swalayan, Kamis (3/3/2016). Namun, hanya sebagian kecil pemilik swalayan yang datang dalam rapat Kamis itu.

Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala DisperindagkopUKM Kepulauan Meranti, Syamsuar Ramli, ketika ditemui di ruang kerjanya.

Kata Syamsuar, Kamis pagi mereka telah menggelar rapat antara dinas, pelaku UMKM, dan pemilik swalayan yang beroperasi di Selatpanjang. Namun, dari 19 undangan ke semua pemilik swalayan, hanya 4 yang datang dalam rapat.

"Hanya empat pemilik swalayan yang datang dalam rapat itu," ujar Syamsuar Ramli.

Terkait yang tidak hadir ini, tambah Syamsuar lagi, mereka akan menjadwalkan pemanggilan ulang. Namun, rapat itu tidak lagi dengan pelaku UMKM. "Mungkin antara dinas sama pemilik swalayan saja," tambah Syamsuar.

Kemudian dijelaskan Syamsuar lagi, adapun agenda pemanggilan pelaku UMKM dengan pemilik swalayan adalah untuk membicarakan masalah penjualan produk lokal. Dimana, dalam pertemuan itu, pihak Disperindag meminta swalayan mau menampung dan menjual produk olahan UMKM.

Sebelumnya, pihak Swalayan seperti enggan untuk mengakomodir harapan dari pelaku UMKM. Sebab, dikatakan Syamsuar juga, pihak swalayan beranggapan itu akan menjadi beban bagi mereka.

"Sebelum mendapat penjelasan, mereka beranggapan itu beban. Namun, setelah kita jelaskan, rata-rata dari pemilik swalayan mau menfasilitasi penjualan produk UMKM," kata Syamsuar juga.

Diungkapkan Syamsuar, sebenarnya tidaklah merugikan pihak swalayan andai menjual produk olahan UMKM. Sebab, swalayan hanya menyediakan tempat, masalah keuntungan penjualan bisa dibicarakan bersama pihak UMKM. Sedangkan barang yang sudah expired bisa dikembalikan ke penjual tanpa harus menggantikan dengan uang.

"Mereka hanya menyiapkan tempat. Kalau masalah mutu, kita tidak kalah. Kita harap yang lain juga mau menfasilitasi penjualan produk olahan UMKM di sini," ujarnya lagi. ***