PANGEAN - Pelaksanaan iven pacu jalur rayon III Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, hari kedua di Tepian Rajo Pangean penuh kejutan. Dimana, jalur-jalur unggulan kehilangan tiket untuk melaju ke hari ketiga.

Seperti Linta Jalang, jalur andalan masyarakat Petapahan Kecamatan Gunung Toar harus tunduk kepada Siposan Rimbo RAPP. Begitu juga dengan nasib saudaranya, Pendekar Panjang Bukik Siguntur. Jalur yang jauh datang dari Pisang Berebus Gunung Toar ini harus mengakui kecepatan Ngiang Kuantan Cahayo Nagori yang juga dari Gunung Toar.

Begitu juga dengan Tuah Bappeda Kuansing dari Pangean tak mampu mendahului haluan dari jalur Pulau Laghe Mandulang Untuang dari Pulau Madina Kuantan Hilir.

Sedangkan jalur Seroja Indah Rawang Duri harus bertekuk lutut atas haluan Panah Ombak Sutan Mudo Indragiri dari Inhu. Jalur ini menjadi satu-satunya perwakilan kabupaten tetangga di pentas final.

Berbeda halnya dengan Olang Barantai dari Padang Kunyit Pangean. Jalur ini tampil dengan meyakinkan, walau hanya meraih menang tipis atas Tapak Tuan Pulau Sebayang dari Inuman. Olang Barantai merupakan jalur pendatang baru yang mulai menyedot perhatian masyarakat.

Kekalahan mengejutkan datang dari Tuah Inayan Mandulang Untuang yang berasal dari Pulau Aro Kecamatan Kuantan Tengah. Jalur tersebut langsung terkulai saat menghadapi Raja Laut dari Sungai Sorik kecamatan Kuantan Hilir Seberang.

Sementara, Tuah Koghi Dubalang Ghajo dari Kuantan Tengah berhasil menusuk Ular Putih Linggo Biso dari Pulau Kulur, Kuantan Hilir Seberang.

Kekalahan tak terduga lainnya datang dari jalur tuan rumah, yakni Rajo Olang Pulai yang harus mengakui kehebatan dari Limo Piako Bintang Nagori KNPI Kuansing dari Perhentian Luas, LTD. Begitu juga dengan Ombak Nyalo Simutu Olang, ia harus mengakui kemenangan Puntiang Baliyuang Sirajo Beleng dari Pulau Komang, Sentajo Raya.

Nasib yang sama juga dialami jalur Lintasan Kelok Agung dari Sako Pangean. Jalur tuan rumah ini tidak mampu menjinakkan Rajawali yang datang dari Seberang Taluk Hilir, Kuantan Tengah. Rajawali begitu enteng melaju ke hari ketiga. Berbeda halnya dengan saudaranya, Onggang Sakti yang juga dari Kuantan Tengah, harus pasrah ketika ditundukkan Sijontiak Lawik Pulau Tanamo dari Cerenti.

Sedangkan Guguak Sakti Longge Batuah harus tunduk dari jalur se-kecamatannya, yakni Upae Saghok Ghimbo Dusun yang berasal dari Kuantan Hilir. Sementara, tiket‎ gratis untuk melaju ke hari ketiga diraih oleh Linggar Jati JA RAPP dari Pulau Kumpai Pangean.***