
GORONTALO - Longsor yang menerjang tambang emas rakyat di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Ahad (7/7/2024) pagi, menyebabkan 10 orang tewas dan sekitar 20 orang lainnya masih hilang.
"Hasil pendataan dari masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya, ada sekitar 20 korban lainnya yang masih dalam tahap pencarian," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gorontalo, Heriyanto, Senin (8/7/2024), seperti dikutip dari Kompas.com yang melansir KompasTv.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D dalam diaran pers Ahad (7/7/2024), ada lima kecamatan di Kabupaten Bone Bolango terdampak banjir, yakni Kecamatan Kabila Bone, Botupingge, Bone, Bonepantai dan Kecamatan Bulango Utara. Tercatat ada 288 rumah warga dari lima kecamatan tersebut digenangi air dan lumpur dari material bawaan banjir.
Para korban banjir pun segera diungsikan ke tempat lebih aman dan kebutuhan para pengungsi terus diupayakan.
"Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan BPBD Kabupaten Bone Bolango, terdapat 288 kepala keluarga atau 1.029 warga yang terdampak bencana banjir ini," kata Abdul Muhari.
"Dari jumlah total warga terdampak tersebut, 11 kepala keluarga atau 24 jiwa di antaranya mengungsi ke tempat lebih aman. Hingga kini hujan masih mengguyur lokasi terdampak secara periodik," sambungnya.***