SELATPANJANG, GORIAU.COM - Camat Tebing Tinggi Timur, Helfandi SE MSi, mengaku selama terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Tebing Tinggi Timur (3T) setidaknya 10 Desa terkena dampaknya. Perekonomian di 10 desa tersebut terganggu dan satu desa yaitu Desa Kepaubaru harus mendapat perhatian khusus.

Demikian disampaikan Camat 3T itu ketika dihubungi GoRiau.com, Jumat (21/3/2014) pagi. Kata Helfandi, setidaknya ada 10 desa yang perekonomiannya terganggu pasca karhutla yang melanda sejak 2 bulan bekalangan. 10 desa yang terkena dampak karhutla beberapa waktu lalu antara lain, Kepaubaru, Lukun, Batinsuir, Sungaitohor, Sungaitohor Barat, Nipahsendanu, Sendanu Darulihsan, Tanjungsari, Tangjunggadai, Telukbuntal."Tapi dari 10 desa itu ada satu desa yang harus mendapat perhatian khusus yaitu Desa Kepaubaru. Masyarakat di sana harus cepat dibantu pasca kebakaran ini. Karena ada 289 KK yang mana mereka hampir 2 bulan ini tidak bekerja karena sibuk memadamkan api," kata Helfandi menjawab GoRiau.com.Sebelumnya, Forestry Support Coordinator PT NSP, Setyo Budi Utomo, ketika ditemui wartawan di kantornya, Jalan Tebing Tinggi Selatpanjang beberapa waktu lalu mengatakan setidaknya ada sekitar 80 persen masyarakat tempatan (Kepaubaru, red) yang bekerja dengan PT NSP.Sementara, berdasarkan pemaparan dari Camat 3T itu sampai saat ini di 3T sendiri karhutla meludeskan 5.500 Hektar, dimana 2200 hektar merupakan lahan PT NSP dan sisanya terbagi di 10 desa yang juga mengalami karhutla.(zal)