JAKARTA, GORIAU.COM - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, setidaknya ada 14 Provinsi dan 130 Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (PPLN) yang hingga hari ini Senin (16/6) telah selesai mencetak surat suara.
''Provinsi yang sudah (selesai mencetak surat suara sebanyak) 100% itu Provinsi Papua, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku, Bali, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Papua Barat, dan PPLN," ujarnya di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (16/6).
Arief memaparkan, untuk Papua selain mencetak, distribusinya juga sudah mencapai 100% dengan total surat suara sebanyak 3.293.283 lembar.
Selanjutnya Sumatera Barat total surat suara sebanyak 3.713.914 lembar, Riau 4.173.103 lembar, Jambi 2.506.680 lembar, dan Kalimantan Barat 3.562.955 lembar.
Sementara Kalimantan Tengah sebanyak 1.828.551 lembar, Kalimantan Selatan 2.854.241 lembar, Kalimantan Timur 2.918.822 lembar dan Sulawesi Utara 1.916.803 lembar.
"Untuk Sulut dia sudah plus ketambahan cadangan dua persen," imbuhnya.
Berikutnya, Maluku surat suara yang diproduksi sebanyak 1.215.686 lembar, Bali 3.003.960 lembar, Maluku Utara 836.400 lembar. Kepulauan Riau 1.311.243 lembar, Papua Barat 734.283 lembar, serta total 130 PPLN sebanyak 2.065.505 lembar.
"PPLN jumlah segitu sudah plus dua persen. PPLN juga sudah terdistribusi 100%," ucapnya.
Selain PPLN dan Papua, logistik yang sudah terdistribusi 100% di antaranya Provinsi Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau.
Lebih lanjut Arief memaparkan, jumlah surat suara yang diproduksi saat ini masih berdasarkan kontrak yang tertuang dalam Surat Keputusan 355 dengan total kontrak senilai Rp 24.261.973.142,00.
Dengan nilai tersebut total surat suara sebanyak 192.226.976 lembar sudah termasuk cadangan dua persen. Sementara jumlah setelah adendum total surat suara sebesar 194.113.277 lembar.
Lebih lanjut Arief memaparkan, pagu logistik pilpres dianggarkan Rp 268,7 milyar.
''Dari pagu itu setiap mau lelang kita buat Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk surat suara sebesar 41,5 miliar. Kemudian dilelang dan akhirnya yang menang total Rp 24,261 miliar," imbuh Arief. ***



