SUATU pagi, Yung Leman menelepon sebuah perusahaan taksi dan mengadu bahwa taksi yang dia pesan sejak dua jam lalu untuk mengantarnya ke bandara belum juga datang.
Seorang operator yang menerima telepon itu segera meminta maaf.
''Maafkan bila taksi yang Bapak pesan belum juga sampai,'' kata operator itu dengan nada penyesalan. ''Tapi, jangan kuatir, Pak. Pesawatnya selalu terlambat kok.''
''Tentu saja hal itu pasti akan terjadi pagi ini,'' kata Yung Leman dengan keras berteriak, ''Karena akulah pilotnya!''***


