JAKARTA, GORIAU.COM - Lagi-lagi lembaga survey mengunggulkan Jokowi untuk menjadi Presiden RI. Lembaga survei Roy Morgan memprediksikan bahwa Joko Widodo alias Jokowi menang mudah ke kursi Presiden Republik Indonesia 2014, karena Jokowi mendapat dukungan masyarakat di Jawa.

Survei yang disiarkan Roy Morgan menunjukkan keunggulan Jokowi sebagai capres karena meraih dukungan suara penuh di Pulau Jawa. Kemungkinan Jokowi akan menang di Pulau Jawa dalam Pilpres 2014 nanti.

Irawati Soekirman, Direktur Roy Morgan, mengungkapkan, Pulau Jawa memiliki 103 juta jiwa atau 60 persen pemilih. Dari angka itu, dia memprediksikan dukungan Jokowi di Pulau Jawa mencapai 44 persen. Terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

''Di Jawa Tengah dan Jawa Timur saja, ada dukungan suara lebih 30 persen karena mungkin Jawa Tengah kan kelahiran Jokowi,'' papar Irawati melalui siaran persnya.

Jawa Barat yang selama ini menjadi basis tradisional Golkar, seturut hasil survei Roy Morgan, mulai ditempel ketat PDI Perjuangan. Faktor Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten, yang terjerat kasus korupsi ternyata mendongkrak pula suara Jokowi di Jawa Barat. ''Di Jawa Barat, sekarang sudah beda tipis karena PDIP sudah 22 persen, meski Golkar ada 25 persen,'' jelas Irawati.

Juga di Bali, berdasarkan survei Roy Morgan, Jokowi akan mendapat dukungan suara. Jokowi unggul dengan 65 persen raihan suara, mengalahkan Prabowo capres Partai Gerindra yang memiliki dukungan 13 persen suara.

Sehingga jika Jokowi menang di Pulau Jawa, maka peluang Jokowi menjadi presiden RI pun semakin terbuka. Sebab, 50 persen lebih penduduk Indonesia bermukim di Pulau Jawa. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai sekitar 237 juta jiwa.

Kekuatan Aburizal Bakrie, capres Golkar, diprediksi masih berada di daerah kantong tradisional beringin, seperti Jawa Barat, Lampung, Riau, dan Kalimantan Selatan. Sementara Prabowo, terlihat memiliki kekuatan di Indonesia Timur dengan raihan suara 21,4 persen.

Mandat Megawati Soekarnoputri yang memutuskan Jokowi sebagai capres, juga merupakan bukti kekuatan suara rakyat. Selama ini berdasarkan berbagai survei, Jokowi selalu tampil menjadi capres dengan elektabilitas tertinggi. Megawati sendiri berkali-kali mengatakan, PDI Perjuangan akan memutuskan capres sesuai kehendak rakyat.

Keputusan Megawati mendeklarasikan Jokowi sebagai capres yang dipercepat sebelum Pileg, dinilai kalangan peneliti, niscaya akan mendongkrak perolehan suara PDI Perjuangan. Salah satu penilaian itu dilontarkan Boni Hargens, peneliti politik yang memprediksi suara PDI Perjuangan bisa mencapai 30 hingga 35 persen. "Kalau dideklarasikan sebelum Pileg, kemenangan PDIP terbesar, bahkan melewati kemenangan Pemilu 1999. Jadi tinggal PDIP sendiri, mau menang kecil atau mau menang besar," katanya.

Benarkah jika Jokowi berhasil menguasai suara di Jawa, posisi presiden akan digenggam? Jika jumlah penduduk Pulau Jawa sekitar 50 persen dari total penduduk Indonesia, tentu dengan menguasai suara di Jawa, peluang Jokowi menjadi presiden makin terbuka.

Selain itu, Jokowi juga sudah mendapat dukungan di berbagai daerah, termasuk dari Maluku. Sejumlah mahasiswa dan aktivis di Ambon mendeklarasikan Jokowi sebagai presiden. Apalagi setelah Jokowi dideklarasikan sebagai capres, sejumlah pengurus PDI Perjuangan di daerah siap mendukung Jokowi sebagai capres.

Agustin Teras Narang, Gubernur Kalimantan Tengah, mengatakan siap memenuhi perintah Megawati untuk mendukung Capres Jokowi di daerahnya. “Saya siap memenangkan PDI Perjuangan di Pemilihan Legislatif 9 April, dan siap memenangkan Joko Widodo sebagai Presiden RI pada Pemilihan Presiden, Juli,” kata Teras, Jumat (14/3/2014).

Sementara itu, R Atu Narang, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalteng, mengaku optimis perolehan suara PDI Perjuangan akan bertambah dengan Capres Jokowi. “Ini akan bertambah lagi dengan capres Jokowi, akan lebih dari 30 persen,” ujarnya.

Sehingga, jika Jokowi bisa meraih suara penuh di Pulau Jawa, bukan tidak mungkin di daerah lain, suara Jokowi juga akan terangkat.

Suka tidak suka, berdasarkan data demografis sebaran penduduk, secara strategis menguasai Jawa penting mengingat mayoritas penduduk ada di pulau terpadat di dunia ini. Termasuk jika Jokowi, atau capres lain ingin menang dalam Pilpres 2014 ini. Siapa pun yang mampu menang di Jawa, berarti tinggal selangkah lagi ke istana. ***