PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepala Subdirektorat PPNS dan Personel Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan, Rudi Richardo, memimpin langsung rekonstruksi penyusupan Mario Steven Ambarita, ke pesawat Garuda, Jumat sore, 10 April 2015.
Dalam rekonstruksi yang melibatkan pihak Polda Riau dan PT Angkasa Pura II tersebut, dilakukan 19 adegan. Mulai dari Mario masuk kawasan bandara, sampai ia masuk ke dalam ban pesawat.Â
Dari adegan tersebut terungkap Mario mengintai jadwal penerbangan di terminal. Setelah itu, ia beralih ke samping terminal. Dari sana ia bisa mengintip pesawat tanpa ada larangan dari petugas dari pagar.Â
Mario mengaku sebelum melakukan aksinya lebih jauh, ia sempat merenung di dalam masjid Al Musafirin yang terletak di jalan bandara lama, kini dijadikan akses menuju ruang VIP dan Cargo.
"Setelah mengintip pesawat dari pagar, saya ke masjid merenung. Ada sekitar 15 menit," kata Mario.Â
Setelah memutuskan aksinya, Mario lalu berjalan kaki beberapa puluh meter ke pagar yang tidak ada kawat durinya. Tak cuma itu, di kawasan tersebut tergolong sepi dan tidak ada penjaga.Â
Mario Yakin Niat Ketemu Jokowi Tak Buat Ia TewasMario mempraktikkan bagaimana ia bisa menyusup ke dalam kawasan bandara yang terlarang untuk umum tanpa izin. Hanya butuh waktu beberapa detik, Mario langsung meloncat dan sampai di dalam kawasan bandara.Â
Saat melompati pagar itu, suasana di sekitarnya sepi. Tumbuh juga di sekitar daerah itu sejumlah pohon teduh dan lebat. Dari sana Mario mengendap sembunyi-bunyi dan mendekati pesawat.Â
Wartawan tidak diperkenankan meliput rekonstruksi bagaimana mana aksi Mario masuk ke dalam pesawat. Pihak Kemenhub yang menggelar konferensi pers usai rekonstruksi juga tidak bersedia menjelaskan aksi Mario di dalam kawasan bandara tersebut.Â
"Karena masuk pokok materi, berdasarkan hasil rekonstruksi, itu masih dalam pengembangan penyidikan," ucapnya.
Ia juga mengaku belum mengetahui motif Mario melakukan aksi tersebut. "Memang masih perlu pendalaman tujuan Mario masuk ke bandara. Kami masih meminta keterangannya lebih dalam," ujar Rudi.***


