
SIAK HULU - Bakal Calon Bupati Kampar yang diusung Partai Demokrat dan Hanura Muhammad Amin, S.Ag, MH kembali menjadi khatib dan imam ibadah sholat Jumat. Kali ini di Masjid Nurul Farhan, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Jumat (14/10/2016).
Adapun materi khutbah yang disampaikan Muhammad Amin kali ini adalah mengenai bagaimana bekerja bisa bernilai ibadah.
Di hadapan ratusan jamaah, Amin menyampaikan bagaimana Rasulullah, Nabi Muhammad SAW dalam bekerja. Nabi adalah tauladan, dia adalah pemuda yang rajin bekerja dan pekerja keras. Bekerja keras sangatlah penting karena Islam tidak mau umatnya hidup dalam kemiskinan.
Rasulullah berhasil mengembangkan Islam karena ditopang oleh pedagang-pedagang, seperti Usman bin Affan.
"Islam tak akan pernah jaya kalau kita tak punya harta. Islam dan masjid tak akan berdiri megah dengan megah. Masjid, musalah, pondok pesantren tak bisa berdiri megah kalau hanya dengan do'a, tetapi harus dengan harta, bekerja," ujar Ketua Ikatan Alumni Pondok Pesantren Darussalam (IKAPD) tersebut.
Lebih lanjut Amin mengatakan, bekerja adalah salah satu ibadah. Hal itu kata Amin telah dijelaskan Allah SWT dalam Surat Al Ashr.
Amin menjelaskan arti Surat Al Ashr yaitu, Demi massa. Sesungguhnya manusia itu benar–benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Amin menjelaskan, semua manusia berada dalam keadaan merugi apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik.
Lebih lanjut Amin mengatakan, bagaimana usaha kita, pekerjaan kita bernilai ibadah, maka ada 4 hal yang harus diperhatikan, yaitu pertama kita berusaha dan bekerja karena halal karena Islam telah mengatur bagaimana mencari rezki dengan halal. Kedua, bekerja dengan niat ibadah, setiap melangkah pergi bekerja diniatkan dengan ibadah. Ketiga, bekerjalah dengan benar dan jujur.
Keempat, bekerja dan berusaha jangan lupa kewajiban kita kepada Allah SWT. Ketika Azan datang, tutup semua kegiatan kita. Karena kita dipanggil melaksanakan kewajiban kita. Azan itu tanda Allah memanggil.
"Bagaimana kita hidup tenang kalau Allah memanggil tidak kita gubris. Ketika kita dipanggil Allah melalui azan bersegeralah melaksanakan kewajiban kita," beber mantan santri Pondok Pesantren Darussalam, Batubersurat dan alumni IAIN (UIN) Suska Riau itu. ***