SELATPANJANG, GORIAU.COM - Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Dedi Putra SHi, meminta pihak terkait meninjau ulang harga tiket di Selatpanjang. Pasalnya, harga tiket sampai saat ini belum juga turun, padahal harga BBM sudah turun.
"Kita minta Dinas Perhubungan berkordinasi untuk membicarakan penyesuaian harga tiket yang mengalami kenaikan akibat kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Mereka harus menyesuaikan harga tiket dengan kondisi sekarang," kata Dedi Putra, Kamis (15/1/2015).
Politisi PPP ini juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada Dishubkominfo Kepulauan Meranti maupun pihak manajemen angkutan laut terkait harga tiket yang tak kunjung diturunkan itu.
Dia menyayangkan sikap manajemen kapal yang dinilai tidak sportif dalam menetapkan harga tiket armada mereka. Pada saat kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu, kata Dedi, pihak manajemen kapal langsung menaikkan harga tiket. Tapi saat BBM kembali turun, harga tiket tidak kunjung turun serta.
"Seharusnya mereka (manajemen transportasi laut, red) bisa menyesuaikan dengan kondisi," tutur Dedi.
Saat ini komisinya masih menunggu penetapan harga BBM oleh pemerintah, karena ada wacana penurunan BBM kembali. Setelah itu pihaknya akan memanggil Dishub dan pihak manajemen kapal untuk membicarakan ketetapan harga tiket.
Melalui hearing itu nantinya, dapat diketahui apa yang menjadi penyebab dan kendala pihak armada laut tidak menurunkan harga tiket, meskipun harga BBM telah kembali turun.
"Kita minta penjelasan mereka nanti," sebut Politisi PPP Meranti itu.
Berdasarkan pantauan, harga tiket kapal dari Kota Selatpanjang baik menuju Pekanbaru, Dumai, dan Batam maupun kota-kota lainnya mengalami kenaikan. Ke Kota Pekanbaru misalnya, jika menggunakan kapal cepat (speed boat) sebelum kenaikan BBB hanya Rp120 ribu, kini menjadi Rp 175 ribu.
***