
DUMAI - Dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Dumai, Walikota Dumai, Zulkifli AS menyampaikan agar lembaga ada yang menaungi 17 suku di Kota Dumai, Riau, untuk bisa menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan antar suku bangsa.
Musda yang mengusung tema Terwujudnya Lembaga Adat Sebagai Payung Panji Negeri Yang Bermarwah Dan Bermartabat, dilaksanakan di gedung LAMR Dumai Jalan Putri Tujuh, Sabtu (14/10/2017).
Pada kesempatan tersebut, Walikota Dumai menyampaikan, LAMR Dumai sudah sangat baik, dilihat dari melaksanakan Musda tepat waktu. Tentunya ini benar-benar mengacu kepada anggaran dasar rumah tangga, berarti menandakan organisasi yang sehat.
"Penduduk Dumai yang beragam suku, LAMR Dumai harus membangun sistim untuk menaungi 17 suku yang ada. Mari kita tunjukkan rasa kebersamaan agar keutuhan persatuan dan kesatuan tetap terjaga, sehingga LAMR Dumai dinilai lebih bermarwah dan bermartabat," ujarnya.
Walaupun masyarakat Kota Dumai terdiri dari beragam suku, dikatakannya, akan tetapi orang melayu masih diberi kesempatan untuk memimpin Kota Dumai. Suku Melayu wajib merangkul suku-suku yang ada di Kota Dumai.
"Untuk itu, kedepan LAMR Dumai juga giat mensosialisasikan tatanan melayu. Karena ini budaya dan harus ditonjolkan di daerahnya," tandasnya.
Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR Kota Dumai, Datuk H Azhar Yazid menjelaskan, dengan digelar Musda LAMR ke IV ini sudah sesuai anggaran dasar anggaran rumah tangga, sebelum habis masa kepengurusan.
"Terim kasih kepada Walikota Dumai ditengah-tengah kesibukannya bersedia hadir, juga kepada Datuk-Datuk Pengurus LAMR Riau," kata Azhar.
Sementara itu, Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR Provinsi Riau, Datuk H Syamsurizal mengatakan, apa yang dilakukan LAMR Kota Dumai dalam menggelar Musda ke IV patut diberi apresiasi.
"Musda ini tepat waktu dan belum habis masa jabatan pengurus. Artinya keberadaan LAMR Dumai sangat taat pada aturan dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD-ART)," pungkas Datuk Syamsurizal.
"Kerja LAMR Kota Dumai dinilai cukup berat, hampir dikatakan setara dengan LAMR Provinsi Riau. Pasalnya di Dumai menaungi 17 suku dan perlu komunikasi yang baik sehingga tidak ada gesekan dalam masyarakat," imbuhnya.
Hadir juga diacara tersebut, Ketua LAMR Datuk Syahril Abubakar, sejumlah petinggi LAMR Provinsi Riau, Datuk Syamsurizal Mantan Bupati Bengkalis, Datuk Nasir Penyalai, Datuk Ahmad Tarmizi dan rombongan lainnya.
Juga, Ketua Harian LAMR Dumai Datuk Zainal Effendi, Ketua DPRD Kota Dumai Gusri Effendi, Anggota DPRD Dumai Syahrial Amini dan seluruh pengurus LAMR Dumai juga pengurus LAMR Kecamatan se Kota Dumai. ***