SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kepulauan Meranti sejak awal tahun 2014 kemarin setidaknya telah meludeskan lebih kurang 23.611,7 Hektar. Atas Karhutla ini pula perhitungan kerugian diperkirakan mencapai Rp1 triliun lebih.
Sebagaimana dipaparkan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, ketika mengukupkan Satgas Masyarakat Peduli Api (MPA) di Pulau Padang Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Rabu (29/6/2014) siang.
Disampaikan Irwan, dari 23.611,7 hektar itu meliputi kebun sagu rakyat seluas 14.027,8 hektar, kebun karet seluas 5.847 hektar, kebun kopi seluas 3,2 hektar, kebun sawit seluas 136,6 hektar, kebun kelapa seluas 788 hektar, tanaman akasia seluas 1.000 hektar dan belukar seluas 1.809,1 hektar.
"Peristiwa karhutla kemarin terlama sepanjang sejarah terjadinya karhutla di Kepulauan Meranti. Peristiwa tersebut sangat didukung oleh cuaca yang berkembang saat itu, yaitu sejak awal Januari 2014 tidak pernah turun hujan selama kurang lebih 2,5 bulan sehingga terjadi kekeringan serta kondisi lahan yang mayoritas bergambut mengakibatkan sangat mudah terjadi kebakaran yang dapat dengan cepat meluas," kata Irwan menjelaskan penyebab karhutla yang melanda Meranti beberapa waktu lalu.
Kata Irwan pula, akibat karhutla itu perhitungan nilai kerugian mencapai Rp1 triliun yang berasal dari investasi dan penghasilan masyarakat.
Untuk mengantisipasi agar kedepannya di kabupaten termuda se Riau itu tidak terjadi lagi karhutla, di Kepulauan Meranti gencar membentuk Satgas Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dibentuk di tiap desa hingga ke kabupaten. Selain itu, MPA ini juga disinkronkan hingga ke tingkat provinsi.
(zal)