DURI, GORIAU.COM - Balapan liar yang terjadi di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak mereka. Untuk mendapatkan motor buat balapan liar, pembalap hanya merogoh kocek dari Rp2 juta hingga Rp3,5 Juta. Hal itu ternyata sangat mengejutkan.

"Orang tua saya belikan motor ini dengan harga Rp2,5 juta saja. Memang surat-suratnya tidak lengkap," ujar Rian salah satu pembalap liar yang dijumpai GoRiau.com, Minggu (9/8/2015) malam. Dirinya pun enggan menyebutkan surat-surat apa saja yang tidak lengkap.

Balapan yang dilakukannya itu hanya sekedar pembuktian jati diri. Rata-rata pembalap liar ini masih berstatus pelajar SMP dan SMA, bahkan tidak terlepas ada juga pelajar SD. Terlepas motor yang mereka beli itu motor hasil curian.

"Taruhannya itu kadang uang, kadang juga motor kita sendiri. Membeli motor ini sangat mudah dan murah. Kita (pembalap liar, red) mengumpulkannya dari uang jajan sekolah yang diberikan orang tua," ujarnya.

Sirkuit balapan yang sebelumnya dijanjikan Pemerintah Daerah pun tak kunjung ada, lanjut dirinya. Kalau pun ada, apa bisa nantinya memfasilitasi hobi balapan ini. Saat ditanya, apakah tidak takut terjaring razia, dirinya menjawab, tidak takut.

"Razia yang dilakukan itu sifatnya sementara saja. Kalau pun akan ada razia, kita sudah mendapatkan informasi. Jadi yang balapan hanya mereka yang tidak kita kenal saja," ulasnya.

Polsek Mandau berkomitmen membasmi balapan liar di Kota Duri. "Kita akan tindak tegas mereka yang melakukan balapan liar. Tidak ada kata ampun," kata Kapolsek Mandau Kompol Taufiq Hidayat.(ric)