PEKANBARU - Aplikasi pesan singkat Whatsapp milik Asisten I Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Ahmadsyah Harrofie, dibajak oleh orang yang tidak bertanggungjawab (hacker, red).

Dari pantauan GoRiau.com dari akun Facebook pribadinya, Rabu (9/1/2019), dirinya mengatakan secara langsung agar tidak percaya kepada orang yang mengatasnamakannya meminta uang dalam jumlah tertentu.

"Diinfo kepada kengkawan apabila ada yg meminta sesuatu dari wa kami jangan dilayani, mkaseh," tulis Ahmad di dinding Facebooknya, 9 Januari 2019 pukul 14.50 WIB.

Sontak statusnya itu mendapatkan komentar dari warganet, mulai dari yang menghimbau untuk hati-hati sampai meminta pelakunya untuk insaf.

Seperti yang dikatakan oleh akun Chairil Aswat mengatakan "Wa bisa dibajak/sadap. Salah satu caranya menggunakan aplikasi whatsweb. Caranya, pelaku meminjam hp kita. Kemudian, pelaku menscan barcode dr whatsapp kita. Selain membajak, pelaku jg bs melihat semua percakapan kita yg blm di hps di wa. Itulah salah satu nya pak," ujarnya.

Akun Daud Jaya, "Klo minta doa kirim ajo ayahnda yo," ungkapnya.

Akun Ismail Wahab, "Insya Allah tdk akan ditanggapi ybs pak," katanya.

Akun Lukman Syarif, "Semoga Pelaku segera insyaf & sadar," ujarnya.

Ahmadsyah Harrofie kepada GoRiau.com, Kamis (10/1/2019) mengatakan, awalnya layar smartphone miliknya putih semua dalam beberapa menit. Setelah menyala normal, aplikasi whatsapp sudah tidak ada lagi.

"Habis itu saya mendapat telpon dari rekan sejawat, kalau saya ada meminta uang kepada teman-teman mulai dari Rp5 juta sampai Rp20 juta melalui pesan dari aplikasi whatsapp," katanya.

Karena tak ingin ada korban, sambungnya, dirinya membuat status peringatan di Facebook dan Instagram pribadi. Nomor whatsapp yang dibajak itu 082283365209. Bahkan istrinya sendiri pun dimintai uang sebanyak Rp3,7 juta oleh orang yang membajak aplikasi whatsapp miliknya.

"Sampai istri saya pun mau diakalin sama orang ini. Sampai sekarang belum ada korban dan aaya berharap tidak ada korban. Karena nomor rekening yang diberikan oleh pembajak ini namanya tidak nama saya," ungkapnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat Riau dan kerabat, agar tidak mempercayai setiap pesan yang dikirim melalui nomor tersebut. Karena nomor whatsapp tersebut tidak digunakan dirinya lagi.

"Semoga permasalahan ini segera tuntas. Bagi yang membajak nomor whatsapp saya untuk segera insaf," jelasnya. ***