JAKARTA – Pemerintah Indonesia tidak ingin kecolongan menghadapi ancaman virus Nipah yang mulai menjadi perhatian global. Langkah antisipasi dini langsung diperkuat, terutama dengan mengandalkan "benteng" di pintu masuk internasional seperti bandara-bandara besar di seluruh tanah air.

Benjamin, perwakilan pemerintah terkait, menegaskan bahwa sistem skrining otomatis telah diaktifkan untuk memantau setiap pelaku perjalanan luar negeri. Teknologi deteksi suhu tubuh yang mumpuni kini menjadi garda terdepan dalam mengidentifikasi penumpang yang menunjukkan indikasi gejala awal virus tersebut.

"Indonesia itu otomatis sudah melakukan skrining. Jadi kita punya alat deteksi di airport yang pasien suhu tinggi sudah bisa dideteksi," ungkap Benjamin dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

Meski pengawasan suhu tubuh diperketat, Benjamin menjelaskan bahwa untuk saat ini prosedur skrining belum seketat masa pandemi COVID-19, seperti kewajiban tes usap massal. Namun, pemerintah terus memantau pergerakan kasus virus Nipah di kancah global guna menentukan langkah pencegahan lebih lanjut.

Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari strategi perlindungan masyarakat agar virus yang memiliki potensi penularan dari hewan ke manusia ini tidak menembus wilayah kedaulatan Indonesia. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap perkembangan informasi resmi mengenai situasi kesehatan internasional.***