PEKANBARU - Dalam beberapa hari ini, titik panas (hotspot) mulai bermunculan di Provinsi Riau, yang diduga akibat aktivitas pembakaran lahan dan hutan, ditambah cuaca lumayan panas terik. Bahkan pada Minggu (28/5/2017) pagi, terpantau ada empat hotspot.

Hasil pengamatan dari citra satelit, Minggu pagi, ada sekitar empat titik panas di Riau dengan level confidence di atas 50 persen (tingkat kepercayaan, red), diantaranya dua hotspot di Inhil, satu hotspott di Kampar dan satu lagi di Kuansing.

Sedangkan untuk titik panas dengan level confidence di atas 70 persen (merupakan titik api) terpantau ada dua spot, yakni di Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar dan daerah Singingi, Kabupaten Kuansing.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebutkan, selain di Riau, titik panas juga muncul disejumlah provinsi lainnya di Sumatera, dengan jumlah total 15 hotspot (termasuk Riau).

Paling banyak berada di Sumbar dengan lima hotspot. Kemudian di Jambi terpantau ada tiga hotspot. Lalu Sumsel, Bengkulu dan Lampung dengan masing-masing satu titik panas (Hotspot).

"Riau pada umumnya masih cerah berawan dengan potensi hujan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di Riau bagian utara, barat, selatan dan pesisir timur," ungkap Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi. ***