
PEKANBARU - Tokoh Masyarakat Kota Pekanbaru, Taufik Arrakhman mengkritisi kebijakan pemberlakuan denda kepada masyarakat Kota Pekanbaru yang tidak mengenakan masker.
Dikatakan Anggota DPRD Riau Periode 2014-2019 ini, kita menyetujui langkah pemko untuk pecegahan Covid 19 dengan mewajibkan warga menggunakan masker.Tapi menerapkan denda Rp 250 ribu, menurut Taufik bukan solusi dan akan sangat membebani masyarakat, terlebih saat ini masyarakat tengah dihadapkan persoalan kesulitan ekonomi akibat Covid-19.Denda, lanjut Taufik, bukan satu-satunya jalan untuk menertibkan masyarakat dalam pemberlakuan protokoler kesehatan new normal. Harusnya, pemerintah bisa bersikap lebih humanis.Ia mencontohkan, di DKI Jakarta ada pemberlakuan kerja sosial bagi siapa yang tidak mengenakan masker, kerja sosial ini bisa seperti menyapu jalanan kota dan kegiatan lainnya."Kalau semua ditakut-takuti dengan uang, masyarakat kita sedang kesulitan ekonomi, kadang untuk beli masker saja mungkin mereka terasa berat," ujar Taufik kepada GoRiau.com, Kamis (6/8/2020).Selain memberikan sanksi kerja sosial, pemko harusnya menganggarkan pembelian masker, jadi setelah masyarakat itu selesai melaksanakan sanksi kerja sosial, mereka diberi masker oleh pemerintah. Hal ini pasti akan memberi rasa simpatik di masyarakat pada pemerintah.