BANGKINANG – - Penantian panjang masyarakat di 12 desa Kenegerian Rumbio akan infrastruktur penghubung segera menemukan titik terang. Tim Percepatan Pembangunan Rumbio mendesak kelanjutan proyek jembatan Pasar Rumbio-Pulau Payung agar tidak sekadar menjadi monumen kegagalan pembangunan di daerah tersebut.

Aspirasi tersebut disuarakan langsung di hadapan para pemangku kebijakan Pemerintah Kabupaten Kampar, Kamis (21/5/2026). Pertemuan ini menjadi momentum warga menagih realisasi jembatan yang telah terbengkalai selama tujuh tahun lamanya.

"Apakah ini akan kita biarkan untuk kemudian menjadi monumen sepanjang masa sebagai bukti kegagalan pemerintah dalam membangun? Tentu kita tidak mau itu terjadi," urai Ketua Harian Tim Percepatan Pembangunan Rumbio, Bustami HY.

Proyek ini memiliki nilai historis dan menuntut pengorbanan besar dari warga setempat sejak awal dirancang. Masyarakat pesisir sungai bahkan merelakan tempat ibadah bersejarah dirobohkan agar pembangunan fasilitas umum tersebut bisa berjalan.

"Sudah direlakan masyarakat untuk dikosongkan demi berdirinya jembatan ini, namun hingga hari ini tiang pancang jembatan tak jelas kapan akan dilanjutkan," keluh Datuok Godang Pucuk Adat Kenegerian Rumbio, Edi Susanto.

Keresahan yang berlarut-larut ini membuat tokoh adat, akademisi seperti Prof Munzir Hutami dan Prof Mashadi, hingga jajaran legislator bersatu mengawal proyek. Tuntutan masyarakat ini langsung direspons oleh Pemerintah Kabupaten Kampar yang berjanji segera mengeksekusi kelanjutan proyek melalui pengajuan usulan resmi ke pemerintah pusat. ***