DUMAI, GORIAU.COM - Warga sepanjang Jalan Datuk Laksamana, Dumai, Riau, mengeluhkan aktifitas kendaraan truk tanki yang keluar masuk Pelabuhan Pelindo. Keluhan karena ratusan truk tanki pembawa Crude Palm Oil (CPO) untuk suplay ke perusahaan memicu debu hingga berdampak kepada lingkungan dan mengganggu aktifitas warga.

Sumari, warga Jalan Datuk Laksamana, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Kota, menyampaikan keluhan tersebut kepada Komisi II DPRD Dumai, dr Ahmad Effendi Kamis (24/10/2013)."Aktivitas warga cukup terganggu dengan aktifitas keluar masuknya truk tanki CPO ke pelabuhan Pelindo, terutama warga yang bermukim disepanjang Jalan Datuk Laksamana setiap hari harus berhadapan dengan debu,'' ujar Sumari kepada GoRiau.com.Ditambahkan Sumari, kondisi itu cukup mempersulit pedagang yang menjajakan dagangannya di sepanjang jalan itu, dimana debu cukup mempengaruhi minat dan para pengguna jalan. ''Pedagang jadi susah mendapatkan pelanggan akibat tiap hari bahkan tiap saat berhadapan dengan debu, mana mungkin ada pembeli yang singgah di tempat berdebu apalagi untuk membeli makanan," ungkapnya.Komisi II DPRD Dumai, dr Ahmad Effendi yang menerima laporan tersebut berjanji akan menyuarakan dalam rapat di DPRD Dumai. "Keluhan ini merupakan aspirasi, nanti saat rapat di Komisi dan Fraksi, ini akan kita perjuangkan, jika perlu nanti kita akan panggil menagemen Pelindo," ujarnya.Sebelumnya, ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Dumai Kota (AMDK), Selasa (26/3/2013) menggelar demonstrasi menuntut PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Dumai untuk memberikan kontribusi dan menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat sekitar pelabuhan.Perwakilan masyarakat dan 15 RT di Kelurahan Dumai Kota, kemudian mendatangi Kantor Pelindo I Dumai di Jalan Datuk Laksamana sembari meneriakkan tuntutan mereka yang disertai spanduk dengan tulisan mengecam sikap perusahaan. "Selama ini, kami hanya mendapat polusi akibat aktivitas perusahaan di lingkungan PT Pelindo. Mana janji perusahaan yang akan memberikan CSR kepada kami? Jika, tidak mau berunding dan peduli dengan masyarakat, sebaiknya Pelindo dan perusahaan lainnya pergi saja dari Dumai,” ujar seorang massa. (egy)