PEKANBARU, GORIAU.COM - Material yang digunakan untuk pembangunan drainase di Jalan Kartama, Marpoyan Damai Pekanbaru berserakan di pinggir jalan, akibatnya, warga sangat kesal karena jalan yang sempit dan berlobang itu semakin ''kacau'' karena ulah kontraktor yang tak bertanggungjawab tersebut.
''Kita sebagai pengguna jalan berterimakasih ke Pemko Pekanbaru melalui instansi terkait dalam melakukan perbaikan drainase, tapi kalau seperti ini pekerjaannya tentu sangat menganggu. Material bangunan berserakan di tepi jalan,'' ujar Antoni, salah seorang pengendara roda dua itu kepada media ini.
Dengan berserak material itu bisa menjadi ancaman akan keselamatan pengguna jalan, khususnya bagi kendaraan roda dua. Kondisi ini sebutnya, hampir saja dia bertabrakan saat melintas jalan tersebut.
Sementara itu salah seorang warga di Jalan Kartama, Faisal yang tepat rumahnya dekat Kantor Kelurahan Maharatu di Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru ini mengatakan, memang saat ini Pemko berupaya memperbaiki Jalan Kartama yang kondisinya rusak. Hanya saja saat ini masih pengerjaan drainase disepanjang jalan itu. Tapi material dari proyek berserakan di badan jalan.
“Material itu berserakan membuat pengendara roda dua harus ekstra hati-hati. Jika tidak bisa mengalam kecelakaan lalulintas seperti yang sudah berulang kali terjadi disini dimana tumpukan tanah hasil galian drainase dibiar begitu saja berada di badan jalan,'' terangnya seraya menjelaskan.
Tokoh pemuda di Jalan Kartama ini pun mengatakan, karena tidak ada nama papan proyek yang sebagai mana mestinya. Maka pada waktu lalu, tumpukan material tersebut sudah dilaporkan ke Dinas PU Kota Pekanbaru. Tapi hingga kini, sebut Faisal, belum juga ada respon dari Dinas PU tersebut. (rdi)