PEKANBARU – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) yang juga ketua Dewan Pimpinan Nasional HKTI, Sudaryono, Senin (8/2/2026) melantik pengurus DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2026-2030 di Desa Binuang Kabupaten Kampar.

Pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah pengurus DPN, Wakapolda Riau, Kasdam Tuanku Tambusai, Sekdaprov Riau, Bupati dan Wakil Bupati Kampar, Wakil Bupati Rohil, ketua DPC HKTI Kabupaten dan Kota di Riau, para kelompok tani Desa Binuang, Muara Uwai dan lainnya. M Rahul dipercaya sebagai ketua DPD HKTI Riau, Sekretaris Edi Basri dan Bendahara Ginda Burnama.

Usai dilantik Sudaryono mengingatkan para pengurus agar menjadi mata telinga dan suara dari pemerintah. Dalam kegiatan tersebut, Wamentan juga akan menyerahkan bantuan dua unit Irpon (Irigasi dan Pompa) guna membantu mengatasi persoalan pengairan sawah petani.

Sudaryono menegaskan, HKTI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan petani. Ia meminta HKTI aktif turun ke lapangan serta menjadi penghubung antara petani dan pemerintah.

“HKTI harus menjadi mata dan telinga pemerintah. Jika petani kita dipersulit, baik dalam hal pupuk, benih, maupun sarana produksi lainnya, segera laporkan dan bantu mereka,” tegas Sudaryono.

Pada kesempatan itu, Sudaryono juga mengucapkan selamat kepada H M Rahul dan H Edi Basri yang masing-masing terpilih sebagai Ketua, Sekretaris DPD HKTI Riau dan Ginda Burnama sebagao Bendahara. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan program-program nyata yang berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan petani di Riau.

M Rahul dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa HKTI Riau akan bergerak sesuai arahan Ketua Umum HKTI Sudaryono dengan fokus pada lima pilar utama, yakni percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), inovasi di lahan gambut, hilirisasi perkebunan rakyat, pengembangan lumbung pangan dan pangan lokal, serta integrasi ternak dan kebun.

Menurutnya, jutaan hektare perkebunan di Riau memiliki potensi besar untuk pengembangan peternakan. Program integrasi sapi dengan kelapa sawit, serta ayam petelur dan pedaging, dinilai mampu menekan biaya produksi melalui pemanfaatan limbah perkebunan sebagai pakan.

“Kita ingin Riau bukan hanya menjadi lumbung sawit, tetapi juga lumbung daging dan telur nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelantikan pengurus HKTI Riau menjadi titik awal konsolidasi untuk mendukung swasembada pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai Ketua HKTI Riau, ia berkomitmen mengonsolidasikan seluruh pemangku kepentingan agar Riau mampu menjadi kekuatan pangan yang mandiri, sekaligus mewujudkan pertanian yang modern, maju, mandiri, dan bermartabat.

Sementara itu, Sekretaris DPD HKTI Riau yang juga Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, H Edi Basri, menyatakan siap mengawal arahan dan himbauan Wamentan, khususnya terkait pengawasan distribusi pupuk dan benih.

“Kami siap mengawal himbauan Pak Wamen. Jika ada pihak yang menaikkan harga pupuk, menghilangkan pupuk dari pasaran, atau mempersulit petani mendapatkan bibit, kami di Komisi III DPRD Riau siap bertindak dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum,” tegas Edi Basri.

Ia menambahkan, sinergi antara HKTI, DPRD, dan pemerintah pusat diharapkan mampu menciptakan sistem pertanian yang lebih adil dan berpihak kepada petani, khususnya di Provinsi Riau.

Mewakili Plt Gubernur Riau, Sekdaprov Syahrial Abdi menyatakan Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan penguatan ketahanan pangan nasional.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia beserta jajaran. Kehadiran Bapak merupakan kehormatan bagi kami sekaligus penguat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung kebijakan nasional percepatan suasembada pangan,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemprov Riau juga menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua dan seluruh pengurus DPD HKTI Provinsi Riau periode 2026–2031. Di bawah kepemimpinan Muhammad Rahul yang juga merupakan anggota DPR RI, HKTI Riau diyakini akan semakin kuat dan berperan strategis sebagai jembatan aspirasi petani daerah dengan kebijakan pertanian nasional.

“Dengan posisi Ketua HKTI Riau di tingkat nasional, kami percaya HKTI Riau akan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program-program pangan,” tambahnya. ***