PEKANBARU – Ribuan warga memadati kawasan Kecamatan Kulim dalam gelaran jalan santai dan Festival Olahan Makanan Berbahan Dasar Ubi Kayu, Minggu (7/6/2026). Perhelatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru sekaligus memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, hadir langsung di tengah masyarakat bersama istrinya, Sulastri. Kehadirannya juga diikuti oleh seluruh jajaran kepala organisasi perangkat daerah untuk menunjukkan dukungan penuh terhadap dinamika pelayanan di tingkat kecamatan.

"Makanya, saya mengajak seluruh kepala organisasi perangkat daerah untuk turut hadir dalam kegiatan ini. Kecamatan Kulim memiliki semangat pelayanan yang patut menjadi contoh bagi seluruh aparatur pemerintah," ujar Agung.

Ia memberikan apresiasi khusus kepada Camat Kulim, Fajri Adha, yang dianggap mampu merangkul warga dan menunjukkan tanggung jawab tinggi dalam memberikan layanan. Menurutnya, etos kerja yang responsif terhadap kebutuhan warga merupakan standar yang harus diikuti oleh seluruh instansi di lingkungan pemerintah kota.

"Pemerintah harus hadir dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat," tegasnya.

Agung menambahkan, setiap aparatur sipil negara wajib mengingat bahwa sumber penghasilan mereka berasal dari kontribusi masyarakat melalui pajak. Oleh karena itu, pengabdian dan peningkatan kualitas pelayanan harus ditempatkan sebagai prioritas tertinggi dalam menjalankan amanah jabatan.

"Kita harus sadar bahwa seluruh pegawai negeri di Kota Pekanbaru digaji dari hasil keringat masyarakat. Karena itu, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama," tambahnya.

Sementara itu, Camat Kulim, Fajri Adha, menyebutkan bahwa sekitar 2.000 peserta antusias mengikuti jalan santai. Selain menjadi sarana olahraga, festival kuliner yang melibatkan 42 peserta juga menjadi daya tarik utama untuk mempromosikan komoditas unggulan wilayah tersebut.

"Kulim memiliki potensi ubi kayu yang cukup besar. Karena itu, kami mengadakan festival makanan olahan berbahan dasar ubi. Agar, masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan komoditas lokal ini," urai Fajri.

Beragam inovasi olahan ubi kayu ditampilkan dalam festival tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan berbasis potensi daerah. Untuk menambah semarak perayaan, panitia menyiapkan 242 hadiah yang dibagikan melalui undian, mulai dari kebutuhan pokok hingga peralatan rumah tangga seperti kulkas, sepeda, dan mesin cuci.***