PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Festival Pangan Lokal di area Purna MTQ Jalan Jenderal Sudirman, Senin (3/11/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting Pemko Pekanbaru dalam mendorong pemanfaatan bahan makanan lokal sekaligus memperkuat program ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Festival tersebut menampilkan berbagai kreasi olahan makanan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang disiapkan oleh kaum ibu dari 15 kelompok kecamatan. Masing-masing kelompok membawa menu andalan yang mereka racik dari bahan lokal dan kemudian disajikan dalam wadah omprengan. Pihak penyelenggara menilai kreativitas, kandungan gizi, serta kerapian penyajian sebagai bagian dari penilaian lomba.

Selain ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana menyiapkan menu yang akan direkomendasikan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut menuntut sajian yang bukan hanya menarik, tetapi juga memenuhi standar gizi dan memanfaatkan bahan pangan yang mudah diperoleh masyarakat.

Dari pantauan di lapangan, atmosfer festival tampak meriah. Peserta terlihat penuh semangat menata hidangan, berdiskusi mengenai bahan yang digunakan, hingga mempresentasikan konsep menu mereka. Kreativitas para ibu terlihat dari keberanian menggabungkan bahan lokal seperti ubi, singkong, ikan sungai, hingga sayuran pekarangan sebagai bagian dari komposisi makanan. 

GoRiau

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menjadi perhatian pengunjung ketika ikut serta dalam lomba memasak nasi goreng B2SA. Ia turun langsung mengolah bumbu, mencampur nasi, dan menyempurnakan sajian di atas panggangan. Setiap gerakan menunjukkan keseriusannya dalam mengikuti kompetisi tersebut. Keahliannya dalam mengolah telur serta menata tampilan makanan mendapat sorakan dukungan dari masyarakat yang menonton.

Agung menilai festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap pangan lokal. "Festival ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat kembali mengenal potensi pangan lokal kita. Pekanbaru punya banyak produk olahan berbasis bahan lokal yang sebenarnya tak kalah dengan produk pabrikan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan bahan lokal dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk luar daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Dengan demikian, festival ini bukan hanya berdampak pada edukasi gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM berbasis pangan.

Festival Pangan Lokal juga diramaikan dengan partisipasi pelaku UMKM serta stand dari sejumlah OPD di lingkungan Pemko Pekanbaru. Di antara yang hadir adalah BPBD, Dinas Damkar, Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Dinas Sosial, Bapenda, DLHK, PDAM, dan Dinas Kesehatan. Perwakilan Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa mereka menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung sebagai bentuk edukasi pentingnya pola makan seimbang bagi masyarakat.

Keberagaman stand dari berbagai OPD ini menambah nilai edukatif festival. Banyak pengunjung yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan informasi mengenai layanan pemerintah, mengikuti permainan interaktif, hingga mencoba produk UMKM. Festival terasa menjadi ruang interaksi publik yang memperkuat hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah. (adv)