
PEKANBARU - Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar menghadiri pembukaan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (Hisfarsi PP IAI) di SKA Co-EX, Jalan Soekarno Hatta, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan berskala nasional ini mengusung tema Building a Safer Healthcare System: The Pharmacist’s Role in Digital and Performance Innovation yang berlangsung dari 25 hingga 27 Juni 2026. Forum ini menjadi langkah strategis bagi tenaga farmasi rumah sakit dalam memperkuat peran profesi di tengah era transformasi digital bidang kesehatan.
Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia mendapat sambutan hangat dari pemerintah daerah. Markarius Anwar secara khusus menyampaikan rasa terima kasih karena Pekanbaru dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda penting tersebut.
"Kita memberikan apresiasi atas penyelenggaraan PIT dan Mukernas Hisfarsi PP IAI di Kota Pekanbaru. Tentu kita juga berharap agar agenda ini akan membawa kemajuan dunia farmasi di Kota Pekanbaru," ujarnya.
Dalam pertemuan ini, isu pengelolaan obat menjadi salah satu sorotan utama. Markarius turut menyinggung harapan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto terkait perlunya perbaikan tata kelola manajemen obat-obatan agar tidak banyak yang terbuang sia-sia akibat kadaluwarsa sebelum masa pakai.
"Sebagaimana diungkapkan Gubernur, ini adalah tantangan di dunia farmasi, termasuk di Pekanbaru. Tentunya, dengan bertambahnya ilmu apoteker kita maka akan semakin baik juga pelayanan farmasi bagi masyarakat kita," jelasnya.
Selain membahas peningkatan kualitas layanan, perhelatan nasional yang mengumpulkan ribuan apoteker ini dinilai membawa dampak ekonomi positif bagi daerah. Kedatangan peserta dari luar provinsi secara langsung akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru melalui berbagai sektor usaha.
"Karena ini adalah agenda nasional, kurang lebih seribuan orang dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia hadir di sini. Tentu ini juga akan menjadi pemasukan bagi Kota Pekanbaru, baik di bidang perhotelan, kuliner dan sebagainya," urainya.
***