
BENGKALIS, GORIAU.COM - Izin operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis belum diperpanjang alias sudah mati sejak tahun 2012.
Informasi habisnya masa berlaku perizinan RSUD Bengkalis itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Sofyan, Selasa (17/12). Â Ia menilai manajemen RSUD Bengkalis telah lalai terkait keberlangsungan izin operasional sebuah rumah sakit, karena masalah perizinan menyangkut hal yang urgen dan mutlak dimiliki sebuah rumah sakit dalam memberikan jasa pelayanan kepada publik. Ia menyesalkan kinerja manajemen RSUD sekarang, bukannya bertambah baik.
''Saya mendapat informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau beberapa hari lalu yang lalu menyebutkan bahwa izin operasional RSUD Bengkalis sudah habis sejak pertengahan 2012 lalu. Hanya saja saya tidak tahu persis tanggal dan bulan izinnya berakhir. Untuk itu saya minta kepada direktur utama beserta jajaran manajemen segera mengurus perpanpajangan izin rumah sakit ini, jangan sampai ditutup karena izin sudah mati,'' tegas Sofyan.
Dijelaskan politisi PDI Perjuangan ini, direktur dan jajaran harus secepatnya jemput bola mengurus perizinan ke diskes Riau. Kalau tidak kasihan masyarakat yang akan menanggung akibat apabila nanti operasional RSUD dibekukan hanya karena kelalaian dalam mengurus izin. RSUD Bengkalis sendiri adalah rumah sakit type B yang harus memiliki perizinan serta standar kelayakan alat medis maupun ketersediaan tenaga kesehatan mulai dari dokter spesialis, perawat dan manajemen.
Ditambah Sofyan, manajemen RSUD jangan hanya terpaku pada standar pelayanan yang ada saja, harus ada peningkatan pelayanan dari sisi tenaga medis serta alat kesehatan. Diharapnya RSUD Bengkalis harus menjadi barometer pelayanan kesehatan diseluruh kabupaten Bengkalis, tapi malahan yang terjadi, RSUD yang megah tersebut izin operasionalnya malah sudah mati setahun lebih.
''Ini yang terjadi malah sebaliknya, RSUD Bengkalis justru dari hari ke hari kondisinya terus menjadi sorotan dari segi pelayanan medis dan alat kesehatan. Salah satunya adalah rusaknya alat CT Scan sejak enam bulan lalu, sehingga banyak pasien harus dirujuk ke Pekanbaru. Salah satunya waktu saya membawa anak saya berobat ke RSUD Bengkalis dua hari lalu, alat CT Scan ternyata memang rusak total,'' tandasnya.jfk