
PEKANBARU, GORIAU.COM - Angin politik cenderung berubah menjelang puncak Pilgub (Pemilihan Gubernur) Riau 2013 4 September mendatang. Pasangan Ir. HM Lukman Edy M.Si. dan Suryadi Khusaini yang selama ini tidak diunggulkan, belakangan menyodok ke posisi puncak poling (jajak pendapat) yang digelar sejumlah media massa lokal.
Posisi Jumat (23/8) pukul15.25 WIB, poling yang digelar media online www.goriau.com, misalnya, menempatkan pasangan yang akrab disebut Lurus itu pada posisi puncak dengan dukungan 45,34 persen responden, ditempel oleh pasangan Achmad-Masrul Kasmy dengan dukungan sekitar 30 persen persen responden. Poling media ini setidaknya melibatkan sebanyak sekitar 76.000 responden.
Media online lainnya, riauterkini.com, dengan melibatkan sekitar 13.200 responden, juga menempatkan pasangan yang diusung PKB dan PDI Perjuangan ini di posisi teratas dengan dukungan 5.900 responden alias sekitar 44 persen. Pada poling yang diadakan media online terkemuka di Provinsi Riau ini, kompetitor terdekat Lurus juga pasangan Achmad-Masrul Kasmy. Tapi pasangan ini hanya didukung 2.200 responden (sekitar 16 persen).
Untuk poling media online lainnya, riaupos.co.id., lagi-lagi pasangan Lurus berada pada posisi teratas dengan dukungan 2.200 responden (33 persen). Bedanya, pada poling riaupos.co.id, kompetitor terdekat Lurus adalah pasangan Herman Abdullah-Agus Widayat dengan dukungan 1.800 responden alias sekitar 28 persen. Poling yang diselenggarakan media online itu melibatkan sekitar 6.500 responden.
Ketua DPW PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Provinsi Riau Abdul Wahid menyatakan memberi apresiasi positif terhadap kecenderungan makin meningkatkan dukungan pubik terhadap pasangan Lurus, yang diperlihatkan melalui poling sejumlah media massa lokal. ''Harapan kita, hasil poling akan menjadi gambaran apa yang terjadi pada puncak Pilgub Riau mendatang,'' katanya.
Wahid yakin poling tersebut merupakan riil suara masyarakat, bukan produk sebuah rekayasa. Ia menyebut poling yang diselenggarakan media online, berlaku sistem bahwa satu perangkat hanya berhak untuk satu suara/responden. ''Jadi, tipis peluang seseorang memborong sejumlah suara sekalian,'' katanya. Kalau pun itu dilakukan, ''Seseorang itu harus memborong sejumlah perangkat sekaligus,'' tambahnya.
Wahid juga menampik kemungkinan pihaknya ''main mata'' dengan sejumlah pengelola media massa yang melakukan poling. ''Tidak ada itu. Kami tak mengeluarkan sepersen dana pun untuk itu,'' tandasnya. Bahkan, Wahid yang juga anggota DPRD Provinsi Riau itu mengaku tidak dekat secara pribadi dengan sejumlah pengelola media massa yang melakukan poling.
Dalam pengamatan Wahid, trend Lurus unggul di poling sejumlah media massa lokal terlihat pascapenyampaian visi dan misi para kandidat yang digelar di kantor DPRD Provinsi Riau, Minggu (17/8). ''Saya melihat, forum penyampaian visi dan misi kandidat mampu mengatrol tingkat popularitas Lurus di mata masyarakat Riau,'' kata Wahid, sambil menambahkan, saat penyampaian visi dan misi, Lurus tampil sangat meyakinkan.
Selain menguasai utuh materi yang disajikan, ditambah pemaparan yang tidak dilengkapi teks, ''Terlebih saya melihat visi dan misi yang disampaikan sesuatu yang terukur dan bisa dipertanggungjawabkan,'' ia menambahkan. Wahid menyebut contoh rencana bantuan dana Rp2 miliar/desa/tahun, ''Itu sesuatu yang sangat riil dan jelas, dan kelak bisa dituntut pertanggungjawabannya,'' ujarnya. ***