BENGKALIS, GORIAU.COM - Kekesalan warga Desa Kembung Luar sudah tak tertahankann lagi akibat selalu melihat kondisi jalan poros desa tersebut semakin parah. Pasalnya, setiap hari ada saja mobil yang terpuruk atau sasisnya patah saat melintas di jalan poros tersebut. Mereka juga harus berjibaku dengan kondisi jalan berlobang saat mengangkut hasil pertanian.
Tidak cukup hanya dengan satu pohon kelapa yang pernah mereka tanam di jalan poros Dusun Puing Desa Kembung Luar beberapa hari lalu, mereka kembali menyiapkan 100 bibit pohon kelapa dan siap ditanam di sepanjang jalan yang rusak parah tersebut.
''Hanya ini yang bisa kami lakukan untuk mengentuk hati para pemimpin kami. Kalau satu batang tak cukup, kami sudah siapkan 100 batang dan siap kami tanam,'' kata Wahyudi warga Kembung Luar, Minggu (5/5/2013).
Tidak ada niat lain selain untuk mengetuk hati para pengambil kebijakan agar prihatin atas apa yang dirasakan masyarakat selama ini. ''Soal sabar usah tanya lagi, kamilah yang paling bersabar. Tapi apa yang kami rasakan saat ini sudah merampas kesabaran kami. Walau jarak desa kami dengan ibu kota Kabupaten hanya sekitar 50 KM, tapi kondisinya seperti langit dan bumi,'' ujar Yudi.
Tak banyak yang diinginkan masyarakat kata Yudi, cukuplah jalan yang memadai dan listrik. Untuk kebutuhan lain pandailah masyarakat mencukupinya. ''Masyarakat harus pontang-panting membawa hasil pertanian seperti karet dan kelapa. Tak jarang terpaksa membongkar muatan saat kendaraan terpuruk di jalan yang rusak,'' imbuhnya.
Yudi turut menyesalkan minimnya perhatian anggota DPRD Bengkalis terkait kondisi yang dihadapi masyarakat selama ini. “Kalau hanya berkomentar di media semua orang bisa. Tapi apa upaya nyata yang mereka lakukan untuk ikut mengatasi persoalan ini. Di mana perhatian dewan, apakah mereka peduli dengan nasib rakyat seperti ini,” kesalnya.
Serarus bibit pohon kelapa bukan gertak sambal kata Yudi, jika memang dalam waktu dekat tidak terlihat reaksi atau upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah, 100 bibit kelapa tersebut siap ditanam.
Beberapa haru lalu warga Kembung Luar terpaksa menanam pohon kelapa di tengah jalan sebagai ungkapan rasa kesal karena jalan mengalami kerusakan cukup parah. Kendati pohon yang ditanam tersebut sudah dicabut, tidak menyurutkan warga untuk kembali menanak pohon kelapa dalam jumlah jauh lebih banyak. (jfk)