PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution melantik dan mengukuhkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ittihadul Muballighin Provinsi Riau periode 2022-2027.

Sesuai Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Ittihadul Muballighin No: Kep:-001/DPP.ITTIHAD/VIII/2022 Ayyub Nahar dilantik oleh Wagubri sebagai Ketua Umum DPW Itthihadul Muballighin Provinsi Riau.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Riau mengucapkan selamat atas dilantiknya Ketua dan Pengurus Ittihadul Muballighin Provinsi Riau,” kata Wagubri di Ma’har Aly Al-Munawarah Pimpinan Buya Busro Jalan Kadiran, Kecamatan Kulim.

Wagubri berpesan kepada para Pengurus Ittihadul Muballighin untuk dapat memperkokoh lagi keberadaan organisasi ini. Baik ditingkat DPW maupun DPC.

“Agar organisasi yang berbasis agama ini bisa menjadi salah satu benteng ditengah masyarakat dalam rangka menyaring masuknya berbagai budaya bangsa yang dirasuki oleh budaya asing yang kadang kala tidak sesuai dengan karakteristik Bangsa Indonesia,” ujar Edy Natar Nasution.

Sementara itu Ketua Umum DPW Itthihadul Muballighin Provinsi Riau, Ayyub Nahar bertekat untuk mengembangkan lagi organisasinya sehingga dapat setingkat dengan organisasi - organisasi keagamaan besar lainnya.

“Kita juga berharap tunjuk ajar dan bimbingan dari Pemprov Riau. Keberadaan Itthihadul Muballighin ini sudah legal dan terdaftar di Kesbangpol,” tutup Ayyub.

Ayyub berharap pemerintah dapat memberikan dukungan terhadap organisasi yang dipimpinnya ini. Terutama dukungan terkait pendanaan.

“Agar kita bisa bergerak untuk menjangkau masyarakat yang memang jadi sasaran dakwah kita,” harap Ayyub.

Menaggapi hal diatas, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag)Provinsi Riau, Fadli Arsil menuturkan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk bersinergi dengan organisasi keagamaan.

“Jadi kita bersinergi bersama untuk melakukan pembangunan keagamaan di Provinsi Riau,” ucapnya.

Karena menurutnya organisasi agama dan Kementerian Agama itu memiliki tugas yang berdekatan sehingga dapat saling bermitra.

“Kami di Kemenag sering bersinergi dengan organisasi - organisasi agama ini baik dalam pendanaan, kami punya biaya operasional untuk organisasi, bisa diajukan proposalnya,” jelas Fadli Arsil. ***